[Ficlet] Inhumane

tumblr_mbuoeg9dSO1rrmkbjo1_500

.

.

.

“Are you sure there were no survivors?”

.

.

.

Minseok kehilangan kata-kata ketika mendengar suara desingan peluru, disusul ambruknya tubuh Vanessa ke tanah yang berdebu. Pemuda itu menjatuhkan senapannya, lantas bersimpuh di samping Vanessa yang terbatuk dengan kepayahan. Lubang di abdomen kanan Vanessa terus mengucurkan darah, merembes memberi warna baru pada pakaian yang Vanessa kenakan, seiring dengan bau anyir yang membuat Minseok merasa mual.

“Vane—”

“Tidak, Minseok,” gadis itu menggeleng pelan. “Pergilah dan biarkan aku di sini.”

“Vanessa, tapi—” Pemuda itu mengedarkan pandangan ke sekeliling, gedung-gedung yang luluh lantak, suara tembakan dan teriakan beradu di udara, pun raga yang berjatuhan tak berdaya.

“Minseok, I can’t,” ucap gadis itu dengan suara tercekat, seolah pasokan oksigen di sekitarnya makin menipis. “I won’t survive, just leave me here.”

But at least you shouldn’t die here!” tanpa sadar Minseok berteriak, seiring dengan lelehnya air mata. “Kamu bukan binatang, Vane. Aku tidak bisa membiarkan kamu tergeletak dan mati di tempat seperti ini.”

Bukan binatang?” gadis itu tertawa sarkastik. “We’re not human either.”

Minseok terhenyak. Vanessa benar. Mereka bukan manusia. Manusia tidak mengangkat senjata untuk saling menjatuhkan dan melenyapkan.

Pemuda itu masih enggan bersuara hingga beberapa jam kemudian, dan bila saja salah satu rekannya tidak menepuk pundaknya dan bertanya, mungkin Minseok takkan mau berbicara sampai besok. “Are you sure there were no survivors?” tanyanya, sembari menunjuk reruntuhan gedung yang tak jauh dari tenda mereka. “I saw you stayed a little too long there, with aI don’t know, female?

Minseok menelan saliva, namun rasanya seperti menelan batu bulat-bulat; sakit sekali. “No,” ia menggeleng. “She died.”

I feel bad for her family, though,” ujarnya sembari menepuk bahu Minseok sekali lagi, sebelum akhirnya melangkah pergi.

I feel bad for her best friend, too,” gumam Minseok kepada dirinya sendiri. Detik-detik sebelum ia berlari meninggalkan Vanessa sekarat seorang diri tak bisa tinggalkan alam pikirnya, dan mungkin akan terus melekat di sana entah sampai kapan. Saat dimana Minseok membuat tanda salib di atas dahi Vanessa, pula ketika gadis itu memohonkan suatu permintaan yang mustahil bakal terkabul.

“Bangunkan aku hanya ketika semua sudah kembali ke kodrat kalian sebagai manusia.”

.

.

.

-fin.

Notes :

Inspired by Kak Sher’s “Devastated at Sundown” and French documentary movie entitled “Human” (2015).

Buat Kak Sher, aku harap nggak keberatan kujadikan inspirasi menulis 🙂

Cerita di atas bingungin nggak, sih? Hehe… Jadi ceritanya Minseok-Vanessa itu temenan dan mereka hidup di negara perang yang sampai mengharuskan semua warga negaranya turut mengangkat senjata tanpa terkecuali. Tbh I can’t imagine how it feels like living in a country yang selalu dalam status perang, dimana kemanusiaan adalah barang langka dan kita harus siap setiap saat melihat our beloved ones gugur di medan perang.

Udah itu aja. Ehe.

Advertisements

3 thoughts on “[Ficlet] Inhumane

  1. Hi, Rani 🙂

    Aku suka sama dialog mereka, dari yang, “We’re not human either,” sampe kalimat terakhirnya. Okay, kalimat terakhirnya sedih sangat, “bangunkan”, kapan? Minseok gak tau kapan berakhir dan well… she died 😦 semua pembicaraan yang menyangkut kematian (apalagi pas perang) level sakitnya udah beda dunia…

    It’s a nice story, dan menurutku mungkin bisa lebih detail soal situasi mereka, eksplor feelingnya juga biar lebih sedih hehe 😉 Anyway, overall, I like it!

    And ofc its fine if you’re inspired by one of my fiction, I’m happy for that actually 😉😉 🙂 keep making something meaningful Rani! 😉

    1. Halo, Kak Tari! (aku sekarang manggilnya Kak Tari aja nggak apa ya? hehe…)
      Wah aku gatau lagi harus bilang apa, tapi terimakasih sudah dibaca dan dikasih masukan, noted buat tulisanku ke depannya lho 🙂 Thanks juga karena Kak Tari nggak keberatan kujadiin inspirasi. Keep writing juga buat Kak Tari ^^

Leave A Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s