[Ficlet] The Lost Kid

tumblr_o5jdkxqIhn1vng20oo1_1280

.

.

.

“Are you lost?”

.

.

.

Tiga puluh langkah menjauh dari kamar nomor 314 dan Johnny mulai menyesal mengapa ia terlalu banyak menghabiskan waktu untuk mengobrol dengan Ten sebelumnya. Kini Johnny dihadapkan dengan situasi yang tidak mengenakkan pula mustahil dihindari. Satu, tempat Ten dirawat setelah menjalani operasi usus buntu adalah sebuah rumah sakit yang sudah berdiri entah sejak tahun berapa, dengan bangunan khas Eropa kuno yang indah sekaligus tampak penuh misteri. Dua, sekarang sudah hampir pukul sembilan malam, lewat dari batas akhir jam berkunjung yang telah ditetapkan oleh rumah sakit. Tiga, Johnny seorang diri berjalan di lorong rumah sakit yang sepi.

Semua alasan yang telah disebutkan di atas berpotensi bikin pemuda itu pipis di celana.

Kalau saja Johnny bisa menjaga mulut lebarnya untuk tidak terlalu banyak mengoceh dengan Ten tadi, pasti ia bisa pulang minimal satu jam lebih awal, dimana rumah sakit masih lumayan ramai pembesuk serta perawat berlalu lalang. Pemuda itu berjalan cepat sembari menyumpah-nyumpah dalam hati. Setidaknya ia baru bisa merasa tenang kalau sudah sampai di gedung depan rumah sakit yang lampunya selalu menyala terang dan lebih banyak orang di sana.

Johnny mengucap syukur kepada Tuhan ketika dilihatnya sosok lain di lorong. Sesosok anak perempuan yang setelah Johnny perhatikan baik-baik tampak memasang ekspresi lelah sekaligus bingung. Mau tak mau Johnny menyapa, lantaran tak tega berlalu begitu saja melewati gadis bergaun peach itu.

Excuse me,” Johnny berdeham. “Are you lost?”

Gadis itu menoleh, kemudian mengangguk pelan. “Aku boleh minta tolong, Kak?”

Uh…” Johnny menimbang-nimbang. Di satu sisi, ia mau menolong gadis yang tampaknya jauh lebih muda darinya itu. Di sisi lain, ia juga tak mau berlama-lama berada di rumah sakit singup ini. “…minta tolong?”

“Tolong antarkan aku kembali, Kak.”

Johnny belum sempat bertanya kemana, tapi gadis itu sudah terlebih dulu menarik tangannya. Wow, sungguh lancang. Johnny berencana menegur orangtuanya nanti lantaran tidak mengajari putri mereka perihal sopan santun dengan orang asing.

“Siapa namamu?” tanya Johnny, berusaha memecah keheningan.

“Lami,” jawabnya dengan suara serak, mungkin efek kelelahan atau apa. “Kakak sendiri namanya siapa?”

“Johnny,” ujarnya. “Bagaimana bisa kau tersesat di tempat seperti ini, sih?”

Gadis bernama Lami itu tidak menjawab, hanya membalas dengan seulas senyum yang harus Johnny akui terlihat sangat manis. Ya, andai saja bibirnya tidak terlihat pucat dan kering. “Kau kehilangan orangtuamu, ya? Apa kau ke sini untuk menjenguk seseorang?” kembali pada sifat dasarnya yang banyak bicara, Johnny masih saja tidak menyerah untuk melontar tanya. Namun gadis itu tidak kunjung menjawab, terus membimbing Johnny melewati lorong demi lorong hingga—

Wait, what?”

Johnny memicingkan mata demi membaca tulisan pada neon box yang tergantung di depan sebuah ruangan dengan pintu tertutup dan lampu remang-remang.

“Terimakasih sudah mengantarku kembali, Kak Johnny.”

oh, tolong ingatkan Johnny agar jangan sampai jatuh pingsan di depan ruang jenazah.

.

.

.

-fin.

Notes :

Mau bikin fic horror gagal huw :”

Inspired by cerita Ibuk tentang salah satu temen kuliahnya waktu praktek bidan di sebuah rumah sakit dulu, waktu itu kebetulan lagi jaga malem dan tiba-tiba temen Ibuk didatengin anak kecil yang maksa minta tolong dianterin, eh ternyata digandeng sampe kamar mayat. Gimana nggak merinding dangdut sampe terkentut-kentut?

P.S. : Mas Johnny ganteng biar kalo mangap mukanya kaya kuda nil 😄

Advertisements

Leave A Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s