[Ficlet] A Great Escape

21462B3C5751D9CC1B47BB

.

.

.

“Are you crazy?!”

.

.

.

“Jane! Jane, tunggu!” panggil Wonwoo ketika gadis itu sudah terlebih dulu berlari di depannya. Tubuh mungilnya dibalut hoodie abu-abu dan separuh wajahnya tertutup oleh masker kesehatan warna putih yang biasa Jane pakai setiap berangkat dan pulang sekolah.

“Apa lagi?” tanya Jane. “Kita tidak punya banyak waktu!”

“Aku kira kau cuma bercanda!” Wonwoo nyaris memekik frustasi. Temannya ini memang sudah tidak waras. Dengan posisinya sebagai pengurus OSIS, serta murid peringkat satu kesayangan para guru, apa yang hendak Jane lakukan teramat beresiko bagi reputasinya.

“Kau benar-benar culun!” ledek Jane. “Tapi kalau kau tidak mau ikut juga tidak apa-apa, aku bisa pergi sendiri.”

Wonwoo mengacak rambutnya dengan gusar. Dua puluh menit sebelumnya, Jane mengajaknya membolos. Menyelinap keluar dari sekolah dan pergi entah kemana. Mungkin ke toko buku, mungkin ke game arcade, mungkin ke kedai es krim, atau McDonald’s yang paling dekat dengan sekolah.

Tidak. Jeon Wonwoo sama sekali tidak pernah membolos. Ia memang tidak sealim Joshua Hong dan reputasinya di sekolah memang tidak sepenting Jane Lee tapi bukan berarti ia mau melakukan perbuatan-perbuatan gila seperti ini.

“Ayolah, Jeon! Apa kau mau menyia-nyiakan dua jam kita yang berharga dengan mendengarkan presentasi tidak bermutu itu?” Jane bersedekap. Ya, alasan Jane membolos hanya karena hari ini sekolah mengundang polisi untuk mengadakan presentasi tentang keselamatan di lalu lintas dan pendidikan karakter. Tidak penting sama sekali, setidaknya menurut Jane.

But, Jane—”

No buts,” Jane menarik tangan Wonwoo dan berjalan cepat ke arah gerbang sekolah. Dilihatnya murid-murid mulai berjalan ke arah aula dan beberapa guru yang mulai menyebar untuk menyidak murid-murid yang enggan mengikuti presentasi.

“JANE LEE!!!” kali ini Wonwoo benar-benar menjerit. Suaranya meninggi dan terdengar sumbang, mirip suara wanita kemayu yang dikencingi anjing jalanan. “Are you crazy?!”

Yes,” tawa Jane.

“Bagaimana kalau kita ketahuan? Bagaimana dengan jabatanmu? Bagaimana dengan reputasimu? Bagaimana kalau nilai sikap kita menjadi D? Atau E? Atau F?”

Why are you so overthinking?” dengus Jane. “Come on, we won’t get caught, trust me. Aku pernah lakukan ini ketika bolos Pramuka waktu masih SMP dan tidak ketahuan!”

Wonwoo hanya bisa mendesah pasrah sementara Jane terus menyeretnya sampai mereka keluar dari gerbang sekolah yang kebetulan sedang tidak dijaga oleh satpam. Belum sempat mereka berjalan sepuluh meter dari sekolah, sudah terdengar suara peluit dan hardikan.

“HEI, KALIAN MAU KEMANA?!”

Oh yeah, nice, Jane, pikir Wonwoo. “Damn, I’ll kill you later.

.

.

.

-fin.
Advertisements

Leave A Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s