[Ficlet] The Morning After

tumblr_mv2pmleoGN1qc9muxo1_1280

.

.

.

“Am I dead?”

.

.

.

You’re awake,” adalah hal pertama yang kudengar ketika aku membuka mata. Aku tidak tahu bagaimana ceritanya aku bisa berbaring di atas kasur queen-size yang empuk dengan sprei putih beraroma mawar. Dan– Wow, aku tidak tahu siapa pemuda jangkung yang rambut cokelatnya tampak berantakan itu, tetapi ia tampan banget!

Next time, you should know your limit—

Am I dead?” potongku sembari duduk di atas kasur dan bersandar pada headboard. Terbangun di atas kasur yang super empuk dan wangi serta mendapati sesosok laki-laki tampan bukanlah sesuatu yang mungkin terjadi dalam hidupku. Aku yakin sekarang aku sudah mati. Iya, ini rohku… Berada entah dimana, mungkin surga? Oh, tapi dosaku kan banyak sekali. Pun aku sudah lupa kapan terakhir kali aku pergi ke gereja. Mungkin ini neraka. Tapi sejak kapan neraka seindah ini?

“Apa?” tanya pria itu sembari menyodorkan segelas air mineral. “Kau? Mati? Oh, tidak juga. Kau sama sekali tidak ingat yang semalam, ya?”

Aku hanya menatapnya dengan tampang bodoh, membuatnya menghela nafas sebelum menjelaskan,”I’m working as a bartender in the bar you went to last night.”

You came all alone and drank about… I don’t know. Almost ten shots before you started to whine about your asshole boss, your asshole ex, your asshole friends, basically everybody in your life are assholes and you feel like you don’t want to live anymore.”

Aku mendengus. “Sedramatis itu?”

Ia juga mendengus. “Ya. Sedramatis itu,” ucapnya. “You were so drunk that you couldn’t even get up, so I decided to take you home with me.

“Jadi ini rumahmu?”

“Iya.”

And who are you again? The bartender? Kenapa aku tidak ingat?”

“Kau benar-benar mabuk, ya semalam?” kali ini ia bersedekap dengan wajah datar. “Kau bahkan juga lupa ketika kau bilang betapa seksinya aku ketika menuang minuman ke dalam gelasmu?”

Astaga, demi neraka, kali ini aku benar-benar ingin mati. Seharusnya kemarin aku mendengarkan saran temanku ketika ia bilang sebaiknya aku tidak pergi ke bar sendirian. Aku selalu melakukan hal-hal memalukan ketika aku mabuk.

“Oke. Aku minta maaf karena sudah merepotkanmu dan terimakasih karena kau sudah “menyelamatkanku”,” ucapku. “Baiklah, aku akan pulang sekarang sebelum aku—”

BRUK.

mempermalukan diriku lebih banyak lagi di depanmu.

See? Kau bahkan belum bisa berdiri dengan benar di atas kakimu sendiri. Sebaiknya aku membuatkanmu sarapan terlebih dahulu, Miss Clumsy. Oh, dan namaku Kim Mingyu, omong-omong.”

.

.

.

-fin.
Advertisements

Leave A Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s