[Ficlet] His Insecurity

27452819501_20e4157601_o

.

.

.

“And what if I don’t?”

.

.

.

You’re avoiding me these days.”

Kata-kata itu lolos dari bibir Jane tanpa bisa ditahan lagi, membuat Wonwoo seketika menegakkan tubuh dan menoleh dengan gerakan kaku ke arahnya. “Apa?” tanya Wonwoo.

Yah, mungkin aku agak sensitif atau bagaimana… Tapi aku merasa kalau akhir-akhir ini kau berusaha menjauh dariku,” jelas Jane, meletakkan tangan kanannya di bawah dagu. “Ada yang salah denganku? Apa kata-kataku pernah menyinggungmu? Apa aku terlalu berisik? Atau bau keringatku bikin kau mau pingsan?”

“Tidak, tidak begitu, Jane,” geleng Wonwoo. “Kau tidak pernah membuatku tersinggung, kau tidak berisik, dan kau tidak bau keringat sama sekali. Well, sekedar informasi kalau aku suka bau parfummu.”

Wow, terimakasih,” Jane mengulas senyum miring. “Tapi serius, deh! Aku rasa kau menghindariku! Kalaupun aku ada bersamamu, kau akan jadi semakin pendiam.”

Well—

Be honest with me…” Jane menggigit bibir bawahnya. “…please?”

“Oke,” Wonwoo menghela nafas yang terdengar begitu berat, seolah-olah ia baru saja mendapat serangan asma. “Aku memang menghindarimu, Jane.”

“Kenapa?”

It’s not your fault, though,” jemari Wonwoo bergerak untuk menyentuh daun telinganya, sebuah kebiasaan yang selalu ia lakukan secara tidak sadar setiap kali dirinya merasa grogi atau bingung. “It’s just… I feel like you don’t deserve me.”

Huh?” dahi Jane mengerut heran. “Why?”

“Karena aku orang yang membosankan?” pemuda Jeon itu menelengkan kepala. “Aku bukan cowok populer yang punya banyak teman, aku sangat pendiam, leluconku sama sekali tidak lucu… Aku hanyalah seorang Jeon Wonwoo. A nerd who spends most of his time with books and awkward with people in general.”

“Lalu?”

“I–I’m just avoiding you before you start to dislike me or get bored with—

And what if I don’t?”

Wonwoo menatap Jane bingung. Gadis berambut kelam itu tersenyum sembari mendengus geli. “Why are you so insecure, Wonwoo?” tanyanya. “Oke, jujur. Kau memang bukan cowok populer yang punya segudang teman seperti Wen Junhui, kau tidak seberisik Lee Seokmin, dan leluconmu tidak selucu milik Boo Seungkwan.”

Jane tertawa saat melihat Wonwoo tidak bisa menyembunyikan kesedihan di sepasang maniknya. “But that’s what makes you Jeon Wonwoo. Dan aku sama sekali tidak punya alasan apapun untuk tidak menyukaimu, atau bosan berada di dekatmu.”

Gadis Kanada itu mengulurkan tangannya, lantas memainkan jemarinya di antara milik Wonwoo yang terasa hangat. “You should know that I appreciate a nerd who tells me lame jokes on daily basis. Mungkin sekali waktu kita bisa jalan bareng dan minum kopi, right?”

.

.

.

-fin.
Advertisements

Leave A Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s