[Ficlet] Failed

tumblr_nr3imtvrxq1s2qb5to1_500

.

.

.

“Moran tidak masalah, sih dengan hobi baru pacarnya. Yang jadi masalah adalah Mingyu jadi susah disuruh-suruh.”

.

.

.

Akhir-akhir ini Kim Mingyu sedang ketagihan baca novel. Moran sering mendapati susunan buku di raknya menjadi berantakan semenjak Mingyu memiliki hobi baru itu. Dalam sebulan, Mingyu sudah berhasil menyelesaikan dua novel dan sekarang tengah membaca novel ketiga. Tiga-tiganya karya John Green; Paper Towns, An Abundance of Katherines, dan The Fault in Our Stars.

Moran tidak masalah, sih dengan hobi baru pacarnya. Yang jadi masalah adalah Mingyu jadi susah disuruh-suruh.

“Gyu, tolong ganti bohlam lampu yang di dapur, ya.”

“Lima menit lagi, ya.”

Lima menit kemudian.

“Gyu, sudah lima menit.”

“Sebentar, kurang satu chapter.”

Lima belas menit kemudian.

“Gyu, jangan menguji kesabaranku, deh.”

“Iya, iya, sebentar lagi seru ini.”

Dua jam kemudian.

“Moran~”

Moran tidak menggubris panggilan bernada manja itu, pun presensi Mingyu di ambang pintu kamar mereka dengan cengiran selebar pantat sumo. “Aku lapar.”

“Kamu bisa memasak, ‘kan? Cook for yourself.”

“Kamu marah, ya?”

Mingyu duduk di samping Moran yang (pura-pura) sibuk dengan ponselnya. “Maaf, deh. Tapi biasanya aku nggak protes, loh kalau kamu lagi asyik baca no-”

“Iya, tapi ‘kan aku nggak lupa segalanya waktu baca novel,” potong Moran. “Cuma ganti bola lampu selama apa, sih? Lampunya juga sudah ada, tinggal ambil tangga terus diganti. Nggak perlu beli dulu di Zimbabwe. Sesusah apa, Kim Mingyu?”

“Iya, iya, maaf…” Mingyu mengatupkan kedua tangan di depan dada. “Ternyata baca novel seru, ya? John Green lagi. Aku bisa baper kalau begini terus.”

Moran memutar bola mata dan melempar tatapan jijik ke arah Mingyu, membuat pemuda jangkung itu nyengir. Gadis itu lantas beranjak untuk segera membuatkan makanan bagi Raksasa Kim yang kelaparan, sebelum dia merengek-rengek bikin sakit telinga. Namun belum sempat berjalan lebih dari dua langkah, Mingyu menarik tangannya, menatapnya penuh arti, dan berkata,

If you are Hazel Grace, could I be your Augustus Waters?

Dengan tatapan teduh, suara sedalam Samudera Pasifik, dan senyum timpang, Kim Mingyu sangat berpotensi membuat Moran mimisan kalau saja-

Duh, kalau begitu kita penyakitan, dong? Terus kamu mati. Kalau masih bego, jangan sok-sok gombal, ya.”

.

.

.

-fin.

Notes :

Nggak lucu sih, norak lagi.

Untung Mingyu ganteng.

//korelasinya dimana

Advertisements

3 thoughts on “[Ficlet] Failed

  1. Korelasinya adalah Mingyu ganteng (gak gitu) eh tapi bener lho mingyu tuh seganteng itu bahkan ibuku juga bilang begitu hm kim mingyu juga bisa jadi tipe ibu rumah tangga :” (loh kok malah ngomingin ini)
    AH AKU SUKA RELATIONSHIO BEGINI!!! Masih pacar tapi sudah bisa dimanfaatkan!! Dan plot kamu juga asyik sekali tahu-tahu kok loh udah end mana gombalannya begitu banget ;”) keep writing! ♡♥

    1. HAHAHA KOK SAMA SIH aku nunjukkin fotonya Mingyu ke eyangku dikira itu pacarku loh, soalnya Mingyu mukanya so pribumi sekali so dekil XD Eyangku masa bilang “Wah pacarmu janis (Jawa manis) ya, Ran” yee hayalan babu banget punya pacar cem Mingyu
      Hehehe abis image mingyu buatku tuh yang genit-genit bodoh unyu gimana sih bikin bingung yang kaya gini ini kudu ditabok apa dipeluk (emang bisa?)
      Makasih kak udah mampir dan baca, keep writing juga buat Kak Mey ❤

      1. WKWKWKWK enak banget dikira pacar beneran, sekeluargaku sudah kebal kalo liat wallpaper cowok2 di hpku wkwkw udah pada tau itu lelaki korea yang tida bisa dijangkau :”(

Leave A Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s