[Oneshot] His Love Affair

tumblr_inline_nteym7zhWr1ttz4r4_540

.

.

.

“Mingyu jatuh cinta pada Moran,

namun masalah tidak berada pada gadis itu.”

.

.

.

Kim Mingyu jatuh cinta dengan Jeon Moran. Demi piyama Zeus, dari sekian banyak perempuan yang hidup di dunia ini, mengapa harus Jeon Moran?!

Moran bukanlah primadona sekolah yang angkuh dan hanya mau berhubungan dengan anak-anak berkantong tebal penuh lembaran uang ratusan ribu. Moran juga bukan gadis antisosial berkacamata setebal pantat botol yang lebih suka berbicara dengan tangannya sendiri ketimbang dengan orang lain.

Moran hanyalah seorang gadis biasa. Murid kelas satu SMA yang menduduki peringkat kedua di kelasnya. Yang suka membaca novel karya Rainbow Rowell. Yang setiap Kamis sore berlatih tari kontemporer. Yang hampir setiap hari selepas bel pulang sekolah berbunyi akan menghabiskan waktunya di perpustakaan sembari menunggu Jungkook karena mereka selalu pulang bersama.

Oh, Jungkook.

Tolong jangan ada yang ingatkan Mingyu bahwa ia baru saja menyebut nama pemuda itu. Nama Jungkook kini laksana Voldemort yang namanya pantang sekali untuk disebut. Seperti sebuah mantera mematikan yang bisa diucapkan bakal membuat seluruh dunia terkena bencana kelaparan dan penyakit mematikan.

Mingyu jatuh cinta pada Moran, namun masalah tidak berada pada gadis itu. Masalahnya berada pada Jungkook. Iya. Jungkook adalah kakak laki-laki Moran yang kini duduk di kelas dua. Jungkook juga sahabat Mingyu sejak awal keduanya masuk SMA. Pemuda berambut legam itu sangat genit terhadap setiap siswi di sekolah ini, namun bakal mencak-mencak seperti orang kesurupan bila ada satu saja anak Adam yang berani mendekati adiknya.

Intinya, Mingyu berpotensi dibunuh Jungkook kapan saja.

Pemuda jangkung itu tak bisa membayangkan hal gila seperti apa yang bisa Jungkook lakukan padanya bila mengetahui hal ini. Jungkook bisa saja diam-diam menyusup ke kamar Mingyu saat pemuda itu terlelap di malam hari dan menembak kepalanya. Atau mencampurkan racun tikus ke dalam minumannya. Atau menyewa seseorang untuk menculik dan menjualnya kepada teroris.

Mingyu menggeleng-gelengkan kepala sembari memejamkan mata. Tidak, tidak, tidak! Mingyu tidak mau mati konyol di tangan Jungkook. Ia harus bisa mencari gadis lain, sekalipun itu Medusa. Bahkan mencintai Medusa rasa-rasanya tidak lebih berbahaya ketimbang mencintai Moran.

“Hei, Mingyu.”

Demi jempol kaki Apollo! 

“Apa yang kau lakukan di sini?”

Ya Tuhan, semoga ini hanya mimpi…

“Kim Mingyu? Halo, kau dengar aku, ‘kan?”

Pemuda itu mengerjapkan mata ketika sebuah tangan melambai-lambai di depan wajahnya, setengah mati dirinya menahan keinginan untuk meraih tangan tersebut dan menggenggamnya dengan tangan besar miliknya. “Oh, maaf tadi aku melamun! Aku tidak sedang apa-apa!” jawab Mingyu buru-buru.

Oh, ya? Kenapa kau sendirian di sini?”

Ya, orang aneh macam apa Mingyu ini? Duduk sendirian di salah satu kursi penonton dalam basketball court sekolah sembari melamun tentang sosok yang kini duduk di sebelah kanannya.

“Tidak apa-apa, tadi aku hanya sedang butuh waktu untuk memikirkan sesuatu,” jawab Mingyu. “Kenapa kau kemari, Moran?”

“Jungkook mencarimu,” jawab gadis itu dan jantung Mingyu nyaris jatuh hingga ke dasar perutnya. “Kau tidak mengecek grup LINE tim basket sekolah, ya? Latihan basket hari ini dibatalkan karena pelatih kalian sakit.”

“Iya, aku tidak memegang ponsel sedari tadi,” Mingyu mengulas senyum kaku sembari menepuk kantong jaket HBA-nya, tempat dimana ponselnya berada. “Bagaimana kau tahu aku ada di sini?”

“Entahlah, insting?” canda Moran. “Aku sudah mengitari satu sekolah dan tidak menemukanmu dimanapun, jadi aku berpikir mungkin kau sudah berada di dalam court.”

Mingyu bersumpah demi apapun di muka Bumi, gadis ini sangat cantik. Wajahnya memang mirip Jungkook, sih… Tetapi setiap kali Mingyu melihat Jungkook, ia selalu ingin mencakar wajah laki-laki sok keren itu. Berbeda kala ia melihat Moran, Mingyu jadi ingin menggenggam tangannya, membawa tubuhnya yang mungil dalam sebuah pelukan, dan membisikkan kalimat-kalimat bernada cinta di-

“Cinta? Cinta apa?”

Mingyu nyaris mengumpat. Jadi yang tadi itu tidak hanya terucap dalam batinnya saja?! Wajah Mingyu seperti terbakar oleh rasa malu dan pemuda itu berharap Moran tiba-tiba hilang ingatan dan melupakan kata-katanya barusan. “Tidak! Tidak ada apa-apa!” ucap Mingyu.

“Kau sedang jatuh cinta?” tanya Moran, sudut bibirnya terangkat membentuk seringai iseng. Jika sudah seperti ini, wajah Moran jadi mirip Jungkook. Bedanya, seringai Jungkook bikin Mingyu ingin mengguyur wajahnya dengan air panas.

Uh, aku-”

Oh, Kim Mingyu jatuh cinta!” pekik Moran. “Kata Jungkook, kau ini tidak pernah sekalipun menyukai perempuan! Ia sampai mengira kau penyuka sesama jenis dan diam-diam menyukai dia!”

Apa? Jungkook bilang begitu di depan Moran? Ugh, itu namanya pencemaran nama baik!

“Sialan, aku masih menyukai wanita, tahu!” sungut Mingyu. “Dan kalaupun aku menyukai sesama jenis, aku tidak akan pernah mau naksir kakakmu yang menyebalkan itu!”

Lebih baik aku naksir dirimu…

“Katakan, katakan, siapa gadis itu?” tanya Moran dengan nada yang terlampau bersemangat.

Uh, Moran… Aku tidak bisa mengatakan-”

“Ayolah… Apakah aku mengenalnya? Aku janji tidak akan bocorkan, kok! Tidak pula ke Jungkook!”

“Moran, please… Mungkin lain ka-”

“Kalau aku kebetulan kenal dengannya, aku berjanji akan diam-diam membantumu mendekatinya! Bagaimana? Mau, ya? Ayolah, Kim Mingyu! Aku ini baik, tidak seperti J-”

Kau!” suara bariton Mingyu menggema di seluruh court, memotong ocehan Moran dan membuat gadis itu mengerjap bingung.

“A-apa?” tanya Moran. “Kau bicara ap-”

Kau! Jeon Moran. Aku menyukaimu, aku jatuh cinta padamu, dan aku bersumpah demi celana dalam Iron Man milik Jungkook! Aku tidak pernah berusaha mendekatimu karena kakakmu yang gila itu akan membunuhku!” celoteh Mingyu.

“Kim Mingyu? Menyukaiku?” Moran menunjuk dirinya sendiri, masih tidak percaya. “Aku? Kenapa bisa aku?”

Ugh, aku juga tidak tahu!” kini pemuda itu menghentak-hentakkan kakinya sembari mengerucutkan bibir. “Aku tidak tahu! Dari sekian banyak gadis di dunia ini, mengapa aku harus jatuh cinta padamu?! Jeon Moran, kau benar-benar bikin aku sakit kepala!”

Kewarasan Mingyu kembali ke dalam kepalanya beberapa sekon setelahnya, membuat pemuda bertubuh raksasa itu jadi bingung sendiri, mengapa ia jadi marah-marah kepada Moran? Memangnya salah apa gadis itu? “Uh, maafkan aku. Aku tidak bermaksud marah-marah seperti itu padamu,” gumamnya. “Aku hanya kesal pada diriku sendiri karena tidak bisa melakukan apa-apa. Aku belum pernah menyukai seseorang seperti ini sebelumnya, jadi aku tidak tahu apa yang harus kuperbuat.”

Pemuda itu menundukkan kepala, hanya berani menatap sepasang sepatu basket putihnya sembari memainkan jemari panjangnya. Ya Tuhan, ia baru saja mempermalukan dirinya sendiri di hadapan Jeon Moran. Ia benar-benar sudah kehilangan muka. Mingyu membuat catatan mental untuk meninggalkan Korea Selatan esok hari dan pergi bertapa di Segitiga Bermuda untuk selama-lamanya.

“Hei, Kim Mingyu,” panggil Moran, suaranya terdengar begitu lembut. “Kurasa tidak ada salahnya bagimu atau siapa saja untuk menyukai orang lain. Tidak perlu merasa kesal pada dirimu sendiri.”

Mingyu masih enggan mengangkat wajahnya, apalagi ketika mendengar kekehan pelan Moran. “Lagipula, sebenarnya aku juga sering memperhatikanmu.”

Kali ini kepalanya terangkat, lantas menoleh untuk menatap Moran dengan sepasang mata melebar. “Hah?”

“Aku juga suka Mingyu,” Moran berucap malu-malu. “Tapi, aku diam saja karena Jungkook bakal berisik sekali kalau tahu aku menyukai seseorang-”

“Persetan dengan monyet satu itu,” tukas Mingyu. “Aku menyukaimu, kau menyukaiku, ayo kita berkencan.”

Moran tergelak. Mingyu mengajak seorang gadis berkencan seperti mengajaknya pergi ke warung kelontong. “Oh, kau benar-benar tidak romantis!” tawa Moran, membuat Mingyu nyengir sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

“Oke, oke, bagaimana dengan jalan-jalan di kawasan street food?” tanya Mingyu. “Atau kita bisa pergi ke toko buku, menonton bioskop, jalan-jalan di pinggir Sungai Han-”

“Baiklah,” Moran menganggukkan kepala. “Street food. Hari Jumat. Pukul tujuh malam. Bisa jemput aku?”

Mingyu menggigit bibir bawahnya, menahan diri untuk tidak tersenyum kelewat lebar sembari menjerit-jerit kegirangan. “Oke.”

Keduanya tenggelam dalam perasaan canggung sekaligus lega, masih tersenyum hingga pipi mereka terasa sakit dan wajah mereka rasanya hampir robek. Mingyu baru saja hendak berbicara lagi ketika dilihatnya sebuah sepatu Adidas berwarna merah mendarat di dekat kakinya. Ia mendongak, mendapati sesosok yang tidak diharapkan kehadirannya berdiri di dekat pintu masuk court, terlihat seperti orang yang hilang akal.

“KIM MINGYU BERANINYA KAU MENGAJAK MORAN BERKENCAN DASAR SAHABAT KURANG AJAR!!!”

Uh-oh. Bagaimanapun, Jeon Jungkook akan selalu menjadi masalah bagi Kim Mingyu.

.

.

.

-fin

Notes :

YEEEEYY AKHIRNYA SELESAI WAKAKAKAKAKAK //ketawa kayak orang kesurupan

Jadi sudah seminggu terakhir ini aku jatuh cinta dengan seorang pria bertubuh raksasa namun kelakuannya seperti Hello Kitty, Kim Mingyu 😀 Sumpah ya padahal dari awal SEVENTEEN debut aku udah baca doa dalam hati “Ya Tuhan ga mau ngefans sama SEVENTEEN Hayati sudah lelah” eh akhirnya kepatil juga sama kangmas satu ini. Memang luar biasa pelet yang dipakai para pria-pria Asia Timur itu. 

Terus emang dari awal pengen bikin friendship line antara Mingyu sama Jungkook, tapi kayaknya flat kalo cuma temenan biasa. Terus coba bikin gimana kalo Mingyu naksir adiknya Jungkook, karena menurut kesoktahuanku Jungkook tuh anaknya rada posesif dan kepengen kelihatan “cowok” banget makanya dia kalo punya adek/kakak cewek bakal sesayang dan serecet itu.

Anyway, hope you enjoy ^^ Semoga bisa lanjut nulis fanfic tentang tiga cecunguk di atas, hehehe… 😀

Advertisements

3 thoughts on “[Oneshot] His Love Affair

  1. raniii iki yaampun, masa mingyu takut sih sama jungkuk 😦 aelah dari tampang aja sangaran mingyu juga 😦 please atuh ngakak sama ‘celana dalam iron man milik jungkook’ bloody hell, kim mingyu darimana taunya?! ya pantes aja kata si moran “kakakku nyangka kamu suka dia lho” ran tanggung jawab ran aku ambyar xD

    btw hi moran, another rowell’s fan too? boleh dong pinjem carry on, penasaran sama cuplikan-cuplikan carry on yang dimasukkin ke dalam fangirl :((

    and as expected from rani, ya, well written dong pasti. suka deh ran. keep writing ya, sugar ❤

    1. Halo Aisya!
      Ya namanya naksir sodara temen sendiri mesti tetep ada takut-takutnya lah soalnya ntar kalo kita salah sedikit urusannya panjang XD Emang meskipun udah ada neng moran, tetep belahan jiwanya mingyu si jungkook dong //nggak ran
      Makasih udah nyempetin buat baca fanfic edan ini dan ngasih review juga, keep writing juga buat kamu ^^

  2. Apanya yg biasa ? Moran kedengerannya perfect 😭
    Walau aku ga tau yg mana wajah mingyu (duh, maapkeun, kudet bnget emang) tp bisa bayangin keunyukannya 😂😂😂 dan bisa2nya mingyu tau celana dalamnya jungkook, duh ngakak

Leave A Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s