25 Carols to A Winter Wonderland – Winter Story

a-christmas-carol-book-charles-dickens-christmas-winter-Favim.com-174007

.

.

.

“You came to me at the end of a tiring day.”

.

.

.

Recommended song : SNSD TTS – Winter Story

Hari terakhir kerja sebelum libur Natal. Bukan hari terbaik bagiku. Karena kebodohanku, aku harus membuat ulang seluruh laporan keuangan tahun ini, belum lagi telingaku penuh oleh omelan bosku yang bawel, serta tertangkap oleh mataku lirikan penuh cela dari salah satu sainganku di kantor. Ha, gara-gara kesalahan bodoh ini, aku pasti batal dipromosikan dan ialah yang akan terpilih. Sialan.

Gereja Saint Veronica tampak sepi, perayaan ekaristi Sabtu malam ini sudah usai sekitar lima belas menit yang lalu. Hanya tampak beberapa anak muda yang berseliweran, sepertinya bagian dari OMK alias Orang Muda Katolik. Mereka membawa kardus-kardus, mungkin sedang membuat gua Natal beserta pohon Natal-nya.

Aku tidak ikut ekaristi minggu ini, tapi aku tetap datang. Duduk di salah satu bangku kayu di barisan terdepan, kemudian berlutut dan memejamkan mata, membuat tanda Salib lantas memanjat doa.

Ya, aku memang bukan orang paling religius di dunia. Tapi aku masih tahu caranya berdoa. Aku masih ingat Tuhan dan aku masih butuh diri-Nya. Aku tinggal seorang diri di kota besar ini, jadi ketika hal buruk menimpaku, yang bisa kulakukan hanyalah berbicara dengan Tuhan. Ibuku di kampung tidak bisa selalu dihubungi setiap saat.

Anak-anak OMK itu tampaknya tak begitu mengacuhkan presensiku, tapi bukan berarti tidak hormat pada orang yang tengah berdoa. Sesekali terdengar suara grabak-grubuk, maka disusul dengan suara,‘ssstt’ atau bisikan,’jangan berisik di dalam gereja, ada orang lagi doa.’.

“Sudah selesai?” tanya sebuah suara, seusai aku membuat tanda Salib untuk menutup rangkaian doaku malam itu. Aku menoleh, mendapati sesosok pemuda duduk di sebelah kananku dengan seulas senyum hangat hiasi wajah rupawannya.

“Sudah, kok,” jawabku sambil membalas senyumnya, meski kuyakin wajahku terlihat seperti setan. Aku belum mandi, belum menghapus make-up dan membersihkan wajahku yang agak berminyak, rambutku aku ikat sembarangan.

“Kamu tidak ikut misa ya tadi?”

“Enggak, barusan pulang dari kantor.”

“Lho? Belum libur?”

“Baru mulai libur besok,” ujarku. “Sedang apa di sini?”

“Tadinya sih mau bantuin OMK bikin gua sama pohon Natal,” jawabnya. “Tapi terus aku lihat kamu.”

Aku mengulum senyum, diam-diam tersipu. Ah, untuk apa aku tersipu? Pria ini mungkin menaruh atensi padaku, namun tidak dengan hatinya.

Namanya Ares, Nicolas Ian Antares Dewananta. Alasan mengapa ia tidak menaruh hati padaku bukan karena ia milik wanita lain atau tidak tertarik pada wanita. Ia terlanjur menyerahkan seluruh hatinya pada Tuhan. Ya, Ares adalah calon pastor. Kebetulan sedang ditugaskan di gerejaku sejak sebulan yang lalu. Besok malam Natal tanggal dua puluh empat akan memimpin misa bersama Rama Sugi.

“Kamu enggak pulang?” tanya Ares lagi. “Sudah makan belum? Atau mau makan bareng di pastoran? Rama Sugi mau ngajak anak-anak OMK makan malam, kalau kamu ikut juga pasti diijinkan.”

“Enggak usah, tadi aku sudah beli makan,” jawabku. Aku beranjak dari bangku, bersiap untuk pulang ke rumah. Ia pun turut beranjak. Tubuhnya tinggi tegap dalam balutan celana kain warna hitam dan kemeja putih yang lengannya ditekuk sampai siku. Menawan? Iya. Tapi ia milik Tuhan, tak bisa kumiliki.

“Makasih, ya,” ucapku.

“Untuk apa?”

“Enggak tahu. Karena sudah ngajak aku ngobrol?”

Jujur saja, rasa lelah yang tadinya membebani pundakku menguap entah kemana semenjak kulihat presensinya. Ia hanya menanggapi dengan senyum dan menepuk lenganku. “Sama-sama, hati-hati di jalan, Gaby.”

.

.

.

-fin

Advertisements

Leave A Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s