[Ficlet] Hate You

large (7)

.

.

.

“Kamu lagi, kamu lagi.

Duh, tak bosan-bosan aku membencimu.”

.

.

.

Aku membencimu.

Sungguh.

Kamu, tipikal cowok populer dalam drama dan komik kesukaan gadis remaja.

Tampan, keren, berbadan bagus, kaya, dan punya banyak teman. Penggemarmu? Jariku tak lagi cukup untuk menghitung jumlah mereka.

Dan sekali lagi, seperti sebuah skenario drama, aku adalah siswi SMA biasa yang selalu menjadi sasaran empuk bagimu untuk dikerjai nyaris saban hari. Wajahmu yang semula tidak memajang ekpresi apapun agar terlihat keren di mata gadis-gadis hiperbola itu, mendadak menyeringai jelek tatkala kamu lihat presensiku. Memanggil namaku dengan suara menyebalkan yang bikin tanganku gatal ingin menyarangkan pemukul baseball di tenggorokanmu. Terkadang jemari kurusmu iseng mengacak-acak rambut panjangku, atau menarik ikat rambutku.

Kamu membuatku tak paham, apa yang mereka sukai dari dirimu? Kamu selalu membawa sisi menjengkelkanmu saat kamu berada di dekatku. Memang, sih… Kamu baik. Kamu satu-satunya cowok yang berbaik hati mengajakku pulang bersama. Aku bisa dibonceng kamu di atas sepeda motor sport-mu yang mahal tanpa perlu meminta, suatu kesempatan emas yang menjadi harapan para penggemarmu. Kamu juga sering mentraktirku, biasanya setelah pelajaran olahraga, kulihat sebotol air mineral dingin di atas mejaku dengan sticky notes tertempel di sana.

“Minum yang banyak,

nanti kamu mati dehidrasi.”

Aku jadi batal berterimakasih tatkala membaca tulisan cakar ayammu. Dasar kurang ajar. Di balik niat baikmu, tetap saja ada secuil kebusukan. Kamu bukan murid terpintar di kelas, tapi kamu selalu menawarkan diri untuk mengajariku mata pelajaran Kimia dan Sejarah tanpa perlu kuminta. Meski kamu mengajariku sambil mengejekku yang tidak kunjung memahami materi yang kamu ajarkan.

Aku masih membencimu ketika sepulang sekolah siang itu kamu membuatku menunggu di bawah rindangnya naungan pohon mahoni, nyaris kejatuhan kulit buahnya yang bisa bikin benjol tiga hari. Sekolah sudah semakin sepi ketika tampak batang hidungmu, dan aku sudah menyumpah-nyumpah kesal karena terlalu lama menunggu.

Kamu datang, membawa cengiran bodoh itu di wajahmu. Membawa kekehan dan kerlingan usilmu. Ha, sudah kuduga. Yang tidak kuduga adalah ketika kulihat kamu membawa sebatang cokelat Hershey’s yang mahal di tanganmu. Kamu bilang itu untukku. “Karena kamu tidak suka bunga, aku bawakan cokelat saja. Biar kamu tambah gemuk juga.” Aku tidak sempat bertanya mengapa, karena kamu sudah terlebih dulu mengambil tindakan yang tidak pernah aku ekspektasikan.

Aku masih membencimu ketika kamu menarikku, memangkas jarak di antara kita. Kamu menarikku terlalu kencang, hingga kepalaku membentur pelan dada bidangmu, tapi kamu tidak protes. Kamu tidak lagi mengacak rambutku, malah mengelusnya pelan, sembari berkata,

“Maaf ya kalau aku sering bikin kamu kesal. Aku cuma tidak tahu bagaimana aku harus bersikap di depan cewek yang aku suka.”

Kamu lagi, kamu lagi. Duh, tak bosan-bosan aku membencimu. Kini aku juga benci diriku sendiri.

Aku benci, mengapa aku tak bisa menolak ketika kamu berkata,”Jadi pacarku, bagaimana?”

.

.

.

-fin

Notes :

Balik-balik malah nulis sesampahan kayak gini wkwkwk XD

Sebenernya aku geli sendiri sih bacanya, klise banget nyet ><

Hope ya enjoy, Folks!

Advertisements

3 thoughts on “[Ficlet] Hate You

  1. I HATE YOU KAK RAN I HATE YOUUU ;;A;;

    gimana ngga benci kalo fic-mu semanis ini coba huhuhu. and this is relatableeee. beberapa cowok kadang bingung mau bertingkah gimana di depan cewe yang dia suka, jadilah mereka itu rese’ ke doi WKWK.

    ((lalu melipir ke sequel-nya begitu saja))

Leave A Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s