[Ficlet] Kamu Cantik

ibocUX96FYROXd

.

.

.

“You’re beautiful even when you’re sweating and your hair looks damp.”

.

.

.

Recommended song : Zion T. – No Make Up

Good work, Guys! Semangat, besok kita pasti menang!”

Seruan bernada optimis dan penuh semangat itu menggema tatkala peluit dibunyikan, tanda permainan untuk hari itu telah usai. Gadis bertubuh mungil itu menebar senyum ramah sembari menepuk bahu satu persatu kawan satu timnya, dibarengi dengan kalimat-kalimat penyemangat yang lolos dari mulutnya, seperti,”Kau berkembang pesat.”, “Kau lincah sekali hari ini.”, “Aku suka strategi yang kau usulkan, aku pastikan akan kita pakai besok saat bertanding.”, dan sebagainya.

“Yoon, catch!

Got it!

Dengan mudah sepasang tangan mungil milik gadis bernama Yoonseok itu menangkap sebotol air mineral dingin yang dilemparkan oleh seorang pemuda bertubuh jangkung yang berdiri sekitar tiga meter darinya, yang kini tengah berlari kecil menghampirinya. “Nice play, Captain.

“Oh ayolah, jangan panggil aku seperti itu, Hoon,” Yoonseok tersenyum miring. “Nanti aku jadi sombong.”

“Hei, tapi itu benar kan? Tim basket putri sekolah kita mengalami kemajuan pesat sejak kau jadi kaptennya,” sahut pemuda bernama Seunghoon itu sambil tersenyum, memamerkan susunan giginya yang rapi.

“Tentu saja kemajuan tim bukan hanya karena pemimpinnya, tapi juga karena kerja keras dari masing-masing anggota,” ujar Yoonseok sambil mengusap keringat yang membasahi permukaan wajahnya. “Kenapa kau belum pulang jam segini?”

“Mau menontonmu dan yang lain latihan sebelum besok bertanding, apa lagi?”

“Hei, jangan main-main. Tahun ini kau ujian. Harusnya kau segera pulang dan gunakan waktu luangmu untuk belajar.”

“Aku ini pintar, apa kau lupa, Yoon?”

Says the guy who got 30% on his latest Math test.”

“Itu bukan salahku, hampir seisi kelas mendapat nilai di bawah lima puluh persen,” Seunghoon mengangkat kedua tangannya, membela diri. “Tidak ada satupun yang meminta guru sialan itu mengadakan ulangan dadakan.”

“Aku mendapatkan nilai delapan puluh persen di ulangan Kimia dadakan dua minggu lalu.”

“Ayolah, Yoon… Jangan bandingkan aku denganmu,” dengus Seunghoon. “Lagipula kita berbeda. Kau masih kelas dua dan aku sudah kelas tiga. Materi yang kita pelajari berbeda.”

“Baiklah, lupakan. Aku mau pulang sekarang,” Yoonseok meraih tas yang ia letakkan di bangku yang terletak di pinggir lapangan basket. “Kembaranku akan mengomeliku kalau aku tidak segera muncul di hadapannya.”

“Yoongi? Tadi aku lihat dia sedang bersama Namjoon di kantin,” ucap Seunghoon, menyamakan langkahnya dengan langkah-langkah cepat Yoonseok. Seunghoon boleh punya kaki lebih panjang, namun kelincahan Yoonseok memang sulit ia kalahkan.

“Kim Namjoon?” tanya Yoonseok. “Mereka sedang membuat komposisi lagu baru?”

“Entah, aku tidak begitu peduli. Aku hanya lewat dan sekedar menyapa mereka,” Seunghoon mengendikkan bahu.

Damn, aku harus keramas dan cuci muka,” keluh Yoonseok, menyibak poninya yang lepek oleh keringat yang membanjiri sekujur tubuhnya dari ujung kepala sampai ujung kaki. “Keringat membuat jerawatku makin banyak dan rambutku jelek.”

“Oh ya?” tanya Seunghoon. “Menurutku tidak begitu, kok.”

“Tidak begitu bagaimana?” tanya Yoonseok balik.

“Maksudku, kau tetap terlihat cantik.”

Yoonseok terkekeh, sudah terbiasa dengan kalimat penuh rayuan gombal yang dilontarkan oleh Seunghoon. Siapa pula yang tidak kenal Lee Seunghoon? Pemuda yang dikenal dengan sebutan player hanya karena ia pandai merayu perempuan dan memiliki segudang teman perempuan, termasuk Yoonseok. Padahal Yoonseok sendiri tahu betul bahwa Seunghoon baru pernah dua kali pacaran.

“Hei, kenapa kau tertawa?” tanya Seunghoon. “Aku tidak sedang melucu.”

“Aku tahu, kok. Aku hanya sekedar tertawa,” jawab Yoonseok.

“Jadi kau tidak menganggap yang tadi serius ya?”

“Apa? Tentu saja ak-“

Hell, padahal sudah lama aku menyiapkan nyali hanya untuk mengatakannya.”

“……..”

Hening. Bahkan jangkrik pun tak berani bersuara. Yoonseok kehilangan kata-kata. Lidahnya mendadak terasa kelu dan kakinya terasa berat untuk melangkah. Dua puluh dua detik mereka hanyut dalam keheningan yang canggung sampai akhirnya Seunghoon menghela nafas panjang.

“Aku serius. Bagiku kau cantik dalam kondisi apapun. Meski kau sedang berkeringat dan rambutmu lepek, meski kau tidak memoles wajahmu dengan riasan tebal atau mengenakan gaun yang cantik, kau cantik ketika kau menjadi dirimu sendiri, Min Yoonseok.”

“Err- Aku-“

“Oh ya, jangan bilang-bilang pada Yoongi kecuali kau memang mau aku mati muda. Aku suka padamu, Min Yoonseok.”

.

.

.

-fin

Notes :

Sorry not sorry, but I’m a Seunghoon trash kbye.

P.S. : Sorry for the title maafkeun daku yang memang tolil kalo disuruh ngasih judul hu

Advertisements

2 thoughts on “[Ficlet] Kamu Cantik

  1. hmmm apakah aku lambat menyadari bahwa tipikal OC ceweknya kak rani itu yang rada pencilakan ((ngusek dagu a la meme ‘ hmm sudah kuduga’))

    kak rani emang ga capek-capek ya bikin anak orang ambyar :(( kalo soal fluff gini emang kak rani gausah ditanya lagi keanya heuheu :((

    dan tq buat kalimat berikut ini karena sudah bikin aku baper tingkat dewa:

    “Aku serius. Bagiku kau cantik dalam kondisi apapun. Meski kau sedang berkeringat dan rambutmu lepek, meski kau tidak memoles wajahmu dengan riasan tebal atau mengenakan gaun yang cantik, kau cantik ketika kau menjadi dirimu sendiri, Min Yoonseok.”

    HAHAHAHAH AMPUN DAH IYA MZ AQ EMG CANTIK GAUSA GITU AH JADI MALOE ((han plis))

    nice one, kak rannn! mangats teruss! ❤

    1. Hahahah iya juga ya Han //yang bikin OC juga baru sadar Entah kenapa aku lebih nyaman bikin OC yang petakilan dan nggak menye-menye, mungkin karena kebawa karakterku sendiri ya 😀
      Makasih yo Han sudah mampir, kamu juga semangat terus buat nulis~

Leave A Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s