Summer Writing Prompts – One Summer Night

IMG_20150720_095014

.

.

.

“Tidak ada yang lebih baik dibanding malam akhir pekan yang dihabiskan berdua dengan pacarmu.”

.

.

.

Tidak ada yang lebih baik dibanding malam akhir pekan yang dihabiskan berdua dengan pacarmu. Meringkuk bersama dibalik kehangatan selimut sembari menonton satu-dua film dan makan snack serta fast food.

Malam ini pilihan jatuh pada film 50 First Dates dan Blended. Dua-duanya pilihan pacarku, Chan yang sebelumnya berkoar-koar kalau dia ini penggemar garis keras pasangan Adam Sandler dan Drew Barrymore. Sementara akulah yang menentukan seloyang pizza party size, seporsi garlic bread, sebotol besar cola, sekaleng Pringles, dan dua batang dark chocolate sebagai teman acara nonton film malam ini.

Chan masih betah dengan posisi yang telah ia pertahankan sejak awal film 50 First Dates dimulai, sampai kini kami sudah sampai pada bagian pertengahan film. Kepalanya bersandar pada bahuku, lengannya memeluk pinggangku, sementara kedua kakinya ia tumpangkan di atas kakiku. Sesekali aku memprotes ketika bahuku terasa pegal, atau ia membuat bulu kudukku berdiri karena tak sengaja bernafas di tengkukku, atau saat ia memang sengaja usil mencubit pahaku dengan jari kakinya.

Jujur saja, aku tidak begitu suka film roman. Benar-benar bukan selera seorang Kim Namjoon. Aku lebih suka film action, tapi Chan protes tepat ketika aku baru saja mau memilih film Avengers 2 untuk kami tonton. Ia mengingatkanku kalau minggu lalu kami sudah nonton film action.

Selain action, aku juga suka sci-fi. Setahuku Chan juga suka dan ketika aku menyarankan untuk menonton Interstellar, ia beralasan kalau ia lagi tidak mau dibuat pusing oleh segala macam plot twist dalam film sci-fi. Terakhir, aku menyarankan untuk menonton film animasi saja dan Chan malah meledekku kekanakan.

Well, siapa di sini yang memiliki boneka dinosaurus buluk bernama Crong? Siapa di sini yang hampir setiap hari mengajak bicara boneka Crong? Siapa di sini yang tidak mengijinkan manusia bernama Kim Namjoon untuk menyentuh boneka bodoh itu dengan alasan bahwa ia tak mau Crong-nya yang polos ternoda olehku? Tentu saja, Choi Chanri.

Yang membuat aku tambah malas menonton film roman adalah-

“Tuh, Namjoon. Kayak Henry, dong! Dia romantis banget walaupun dia tahu esok hari Lucy bakal lupa lagi dengannya.”

-aku selalu dibanding-bandingkan dengan lakon pria utamanya. Hah, dasar bocah menyebalkan! Namjoon ya Namjoon. Henry ya Henry. Aku paling tidak suka kalau dibanding-bandingkan dengan orang lain, dalam segala aspek.

“Kamu pacaran sama Henry sana,” jawabku cuek sambil memejamkan mata. Film roman selalu berhasil membawa kantuk pada kedua kelopak mataku.

“Kan aku cuma ngomong,” ucap Chan. “Jangan ngambek, dong.”

“Siapa yang ngambek?”

“Kamulah.”

“Nggak tuh.”

“Tuh kamu kalo ngomongnya pendek-pendek berarti ngambek.”

“Teori darimana?”

“Dari aku.”

“Kamu bego.”

“Kamu anak kecil.”

“Anak kecil teriak anak kecil, ya?” aku menepuk kepalanya sambil tersenyum meledek. “Siapa yang badannya bantet di sini?”

“Aku nggak bantet!” protes Chan. “Cuma kurang tinggi!”

“Nggak ada bedanya.”

“Ih tinggiku 163 cm itu sebenernya udah lumayan, tahu!”

“Lumayan gimana? Kepalamu cuma sampe dadaku lho,” kali ini aku menepuk dadaku bangga. “Kalau nggak lebih dari bahuku, berarti kamu bantet.”

“Idiihhh… Kamu sendiri kan juga nggak tinggi-tinggi banget! Tinggimu cuma 180 cm!” sembur Chan. “Masih kalah kalo dibandingin sama Kak Chanyeol.”

“Ya jangan dibandingin sama dia lah!” aku protes balik saat ia menyebutkan nama kakak angkatnya, Chanyeol. “Dia mah kelebihan gizi.”

Entah mengapa perdebatan tidak bermutu kami barusan sedikit-banyak mengusir kantuk yang tadinya menggantung di kelopak mataku. Aku menatap lurus ke layar kaca, mulai tertarik dengan adegan-adegan “manis” yang disuguhkan oleh film 50 First Dates.

Aku baru saja hendak bertanya mengapa Chan terus memandangiku dengan tatapan tajam, namun pergerakan tangannya jauh lebih cepat ketimbang kata-kata yang masih tertahan di ujung lidahku.

Plak! Plak! Plak!

“Aww- Aduh! Choi Chanri!”

Dengan perasaan terkhianati aku mengusap-usap wajahku yang terasa panas karena ditampar sebanyak tiga kali oleh tangan mungil Chan. Kecil-kecil cabe rawit. Biar kecil, tapi kalau sudah urusan pukul-memukul atau mencubit tangannya itu galak sekali.

Tidak menggubris rintihanku, Chan dengan wajah puas menyentil tubuh kecil yang tergolek bersimbah darah di telapak tangannya. Tanpa rasa bersalah, ia menatapku dan berkata,

“Ada nyamuk.”

.

.

.

-fin

Advertisements

2 thoughts on “Summer Writing Prompts – One Summer Night

  1. WAHAHAHAHHAH YOHO KAK RANEEE

    sik asik nih mentang-mentang castnya si namjoon fluffnya ngegas banget AMPUN KAK AKU MO JADI ANAK KELAS 9 YANG BAIK AJA TANPA DIUSIK OLEH EKSISTENSI OPPA OPPA FANA ((yha)) ((serah u)) o<–<

    huvt pusink banget waktu baca narasi soal posisi chan sama namjoon waktu nonton 50 First Dates huvt. peluk-pelukan, sender-senderan, uyel-uyelan HAHAHAHAHAHAHAH SIAPAPUN BAWA WU YIFAN KEMARI.

    gimana ya…mereka ini pasangan yang nggak neko-neko gitulah. skinshipnya ala kadar banget tapi gpp its ok its luv justru itu yang bikin manis. masalah e kalo romens yang muluk-muluk mah berasa kayak menjual mimpi yha pffffttt iykwim.

    daaaan lagi…..endingnya………HAHAHAHHAHAHAH PLIS AKU YA MAU KETAWA JUGA MAU NANGIS PELANGI SIH HAHAHAHAH. kelakuan chan sebagai seorang pacar namjoon manusiawi bangett huhuhu ada nyamuk ditepok biar masnya nggak digigit huhuhu butuh insulin.

    btw kalo will smith jagonya action-comedy, adam sandler ini spesialisnya rom-com yhaa HAHAHA. apalagi kalo sama drew barrymore. chemistrynya dapet parah huhu _(:3

    nice fic kak raaannn! keep nulis nulis ketjeh! semangaaat! ❤

    1. Halo, Hani!!
      Yha soalnya aku orangnya gampang biased kalo udah biased bubar mau mukanya se-ngehe Namjoon juga dibelain mulu XD
      Iya Chan saking manusiawinya muka pacar asal digaplok gitu ya hmm 😀 And yasss setuju banget #AdamDrewForLife
      Makasih ya Hani udah nyempetin buat baca, like, sama review ^^

Leave A Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s