30 Days Blogging Challenge – #Day19 “Favorite Movies”

30-day-blogging-challenge

Detik dimana gue menulis kalimat ini adalah detik yang sama dimana gue masih baper aja ngeliat concept photo-nya Namjoon buat ‘Sick’.

Penting? Nggak.

Bodo amat.

Bicara soal film kesukaan, nggak mungkin banget gue cuma punya satu film kesukaan. Jadi gue bakal menulisĀ top 15 film kesukaan gue. So, check it out, Folks!!

***

1. Miracles in Cell No.7

Film pertama yang bikin gue nangis terberak-berak pas nonton.

Begitu pula oppa-oppa ekso juga nangis bombay pas nonton ini di EXO’s Showtime.

Penting? Nggak.

Film produksi Korea Selatan ini menceritakan kisah seorang bapak yang keterbelakangan mental dengan anak cewek semata wayangnya yang masih kecil, Yeseong. Yeseong ini pengen banget beli tas Sailor Moon yang ada di toko yang sering dia lewatin, cuma bapaknya nggak punya uang. Suatu hari, si bapak ngeliat ada anak cewek lain (anak orang tajir gitu) ngebeli tas yang tinggal one and only itu. Gue agak lupa, tapi kalo nggak salah si anak tajir ini ngajak si bapak buat ngikutin dia ke toko lain yang masih ngejual tas itu. Nah, pas mereka lewat di pasar, si anak nggak sengaja kepleset es dan kepalanya ketimpa batu. Si bapak yang clueless ini berusaha ngasih pertolongan pertama (CPR sama ngebuka kancing celana si anak biar bisa nafas apa gimana) tapi orang yang ngeliat malah ngira dia memperkosa dan ngebunuh si anak tajir ini. Alhasil, si bapak yang emang mentalnya rada kurang ini dipenjara. Dan karena kekurangan mentalnya itulah dia jadi susah banget memberi kesaksian gitu lho.

Cerita ini bagus banget. Komedinya dapet. Sedihnya juga dapet. Jarang ada cerita yang mengangkat kisah tentang seorang ayah, biasanya kan ibu ya. Cerita ini kayak ngingetin gue bahwa seburuk apapun bokap gue, dia pasti sayang banget sama gue. Kalo aja beliau bisa memiliki seluruh dunia dalam satu jentikan, dia pasti akan ngasih semuanya buat gue. Gue terharu banget ngeliat si bapak dalam film yang cuma gara-gara tas Sailor Moon aja dia harus dipenjara dan berakhir dihukum mati padahal nggak salah apa-apa.

Udah ah, baper lagi gue.

2. If I Stay

Satu lagi cerita bergenre family yang greget buat gue.

Film yang dibintangi oleh Chloe Moretz ini nyeritain tentang seorang gadis 17 tahun bernama Mia. Hidup Mia ini katakanlah sempurna, adem ayem gitu. Dia punya prestasi sebagai pemain cello yang nggak bisa diremehin, kandidat murid baru di sebuah sekolah musik ternama Julliard, meski lahir dari sepasang orangtua rocker tapi mereka tetep ngedukung kecintaannya pada musik klasik, sahabat dan pacar yang baik.

Meski begitu, kadang Mia ngerasa dia tuh kayak ‘berada di dunia yang berbeda dengan orang kebanyakan’ karena interestnya terhadap musik klasik. Apalagi satu keluarga tuh rame semua, cuma dia yang pendiem. Juga pacarnya yang merupakan penyanyi band rock.

Tapi yang namanya kehendak Tuhan emang kadang tuh bikin kita plonga-plongo ‘kok bisa jadi begini?’, sebuah kecelakaan menimpa Mia dan keluarganya dalam perjalanan ke rumah tantenya yang baru aja ngelahirin. Dalam peristiwa itu, si ibu langsung meninggal di tempat, si ayah meninggal sesaat setelah dibawa ke rumah sakit, sementara adik laki-lakinya sempet sadar namun kemudian kondisinya memburuk dan meninggal. Mia sendiri mengalami masa kritis dan tubuhnya koma, sementara jiwanya mengalami fenomena yang biasa disebut ‘proyeksi astral’. Jadi jiwanya keluar dari badannya tapi dia nggak mati.

Film ini kebanyakan flashback tentang hari-hari sebelum kecelakan itu terjadi, mengulang kembali banyak kenangan yang bikin Mia dilema apakah ia harus pergi bersama keluarganya atau tetap bertahan hidup.

Gue baper pas bagian kakeknya Mia itu njenguk dia malem-malem dan cerita alasan bapaknya Mia memilih berhenti jadi rocker dan bekerja sebagai pegawai biasa, alasan bapaknya ngejual alat musiknya yang ia eman-eman banget demi ngebeliin Mia kecil cello pertamanya.

Film yang diangkat dari sebuah novel ini ada sekuelnya, judulnya ‘Where She Went’. Gue mau beli tapi bokek terus. Gue masih nunggu banget sekuel dari novel itu diangkat jadi film, meski kayaknya nggak terlalu WAW karena di akhir ‘If I Stay’ tuh yaudah Mia sadar. Lha terus apalagi yang mau dibikin sekuel wong dia udah sebatang kara?

Yaudahsih aku mah apa atuh cuma penonton.

3. About Time

Masih film family, hehe… Gue urutin genre-nya aja biar lebih enak šŸ˜€

Ya meski ini 50:50 antara family dan romance, tapi gue lebih ke family-nya aja.

Film ini nyeritain tentang cowok bernama Tim yang dalam dua puluh satu tahun idupnya tuh flat-flat aja. Cupu gitu. Hingga suatu hari bapaknya bilang bahwa semua anak laki-laki dalam keluarga mereka bisa melakukan time travel. Khayal banget sih, gue rada sebel pas bagian ini dan udah siap-siap masukin film ini dalam daftar black list, tapi ternyata ceritanya bagus, Bro.

Gue rada speechless buat ngejelasin film ini. Kayak lo kudu nonton sendiri supaya lo tau dan dapet feelnya.

Pokoknya ini recommended banget, gitu aja sih.

4. Let’s Be A Cops

Let’s move to comedy movie!

Gue paling demen yang namanya film action comedy, cem aparat-aparat tolol gitu.

Let’s Be A Cops ini nyeritain tentang sepasang sahabat yang sama-sama baru aja jadi pengangguran dan pas dateng ke reunian, mereka salah kostum. Padahal temanya tuh jas sama gaun formal, eh mereka malah ngira pesta kostum ala-ala ABG kali ya jadi mereka make seragam polisi. Ternyata, temen-temen mereka beneran ngira kalo mereka itu polisi. Dan akhirnya, dua tololwan ini malah jadi polisi gadungan. Parahnya, kemudian mereka malah terlibat masalah sama seorang preman kota yang paling ditakuti.

5. 21 Jump Street & 22 Jump Street (dirapel aja soalnya sama-sama bagus)

Bromancenya dapet. Comedynya dapet. Action(setengah tolol)nya juga dapet.

Intinya, dua film ini sama-sama nyeritain tentang dua polisi koplak yang dapet misi buat memberantas penyelundupan narkoba. Yang pertama di SMA, yang kedua di universitas. Bumbu ceritanya juga sama. Schmidt yang semasa ABG cupu banget baik pas nyamar di SMA maupun universitas sama-sama kecantol cewek. Sementara Jenko yang semasa ABG tukang bully sama-sama dapet sekelompok temen yang katakanlah asoy gitu.

6. 5o First Dates

Ini film udah lama banget, tapi bagus. Gue nggak gitu suka romance, tapi karena ada comedynya jadi suka. Soalnya kan lebih fresh gitu kalo romcom.

Film yang settingnya di Hawaii ini nyeritain tentang seorang dokter hewan pendatang baru dan seorang cewek yang mengalami semacam anterograde amnesia sejak kecelakaan yang menimpanya sepuluh tahun sebelumnya, yang bikin ingatannya stuck di hari dimana dia kecelakaan.

7. Blended

Film ini kayak di kehidupan selanjutnya, dua tokoh utama 50 First Dates pun tetep ditakdirkan bareng.

Yap, yang main masih sama, yaitu Adam Sandler dan Drew Barrymore.

Bedanya, di Blended, mereka diceritain sebagai duda dan janda. Adam ditinggal mati istrinya yang sakit cancer dan punya tiga orang anak cewek, sementara Drew cerai sama suaminya dan punya dua orang anak cowok. Film yang bersetting di Afrika ini nyeritain tentang dua keluarga yang nggak sengaja berada dalam satu paket liburan yang sama.

8. You Are The Apple of My Eye

Masih film romcom.

Film asal Taiwan ini sebenernya idenya sederhana banget. Cuma nyeritain kisah cinta seorang siswi pinter dan siswa bego.

Ko Ching Teng adalah siswa SMA yang males dan oon banget, kelakuannya juga sembrono. Salah satunya tukang masturbasi di kelas sama nggak suka pake baju kalo di rumah. Sementara Shen Chia Yi adalah siswi straight-A yang kalem, nggak banyak polah, danĀ cantik.

Shen Chia Yi ini pengen menolong nilainya Ko Ching Teng yang menjijaykan banget itu, but ended up fall in love with him and vice versa. Tapi karena mereka sama-sama nggak berani menyatakan perasaan mereka yang sesungguhnya, mereka malah friendzoned sampai akhirnya Shen Chia Yi memilih buat menikahi pria lain.

9. The Maze Runner

Now, it’s time for dystopian!

Film dystopian favorit gue sampai sekarang. Gue nunggu banget sekuelnya ‘The Scorch Trials’ yang baru keluar sekitar Agustus atau September besok.

Film yang diangkat dari novel karya James Dashner ini nyeritain tentang sekelompok pemuda yang dikirim ke sebuah tempat bernama Glade untuk sebuah penelitian. Glade dikelilingi oleh labirin yang berubah tiap malamnya dan dijaga sama makhluk nggak jelas bernama Grievers.

Sampai akhirnya pemuda baru bernama Thomas datang, sejak saat itulah mulai banyak kejadian aneh yang terjadi di Glade. Apalagi Thomas ini rasa ingin tahunya tinggi banget. Nggak seperti penghuni Glade lainnya yang pasrah-pasrah aja dikurung di Glade, Thomas ini penasaran dengan apa yang sebenarnya ada dan terjadi di dalam labirin.

10. Guardians of The Galaxy

Film dystopian bonus humor yang koplak banget. Film yang dibintangi Chris Pratt ini intinya nyeritain tentang perjuangannya bareng temen-temennya buat nyelamatin galaksi supaya nggak dikuasai oleh Ronan yang haus kekuasaan banget.

11. Mr. Peabody and Sherman

12. Big Hero 6

13. Maleficent

14.Ā 500 Days of Summer

15. All Harry Potter Series

SIAPA YANG NGGAK SUKA COBA HAHAHAHAHAHAHAHA

***

P.S. : Maaf bingung mau ngasih komentar apa lagi.

.

.

.

-fin

Advertisements

One thought on “30 Days Blogging Challenge – #Day19 “Favorite Movies”

  1. haloo yaampun kak rani long time no bertandang kemari aku ketinggalan banyak hal i’m so sorry huhuhu ;;-;;

    kebetulan lagi liburan kan yang pasti butuh hiburan jadi ya aku mampir ke post satu ini ehe. btw, ini seperempatnya film favorit aku semua yang lainnya belum nonton. WAKAKAK. yha bole lah jadi referensi tontonan gitu kalo bosen eheheheheh. thanks kak raniii :333

    ((terbang ke post lain))

Leave A Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s