#IceCreamCakeSeries – Candy

CBRzNeHUgAE2pJ5

.

.

.

“When I turn around, I only think about you.”

.

.

.

Jeon Jungkook tak pernah seperti ini sebelumnya.

Ia seperti mayat hidup. Tak ada nyawa yang mengisi raganya, digantikan oleh perangkat canggih bernama mesin.

Ia bangun pagi itu tanpa semangat seperti pagi-pagi sebelumnya. Ia membalas sapaan riang Hoseok maupun Jimin hanya dengan seulas senyum setengah hati. Ia bahkan kehilangan nafsu makan dan tidak menghabiskan sarapannya pagi itu.

Ia tidak yakin masih bisa bertahan hidup sampai dua hari lagi kalau terus seperti ini.

“Someone’s sad moping there,” komentar Hoseok seraya menyikut lengan Jimin.

“Come on, Dude… It’s not like this is the end of the world,” Jimin turut berkomentar.

Jungkook menghela nafas. Celotehan kedua sahabatnya bagai angin lalu yang berdesir saat tak sengaja menyentuh daun telinganya. Celotehan mereka tak dapat mengisi bagian yang hilang dalam hidupnya selama seminggu terakhir.

Seperti ada sesuatu yang diambil paksa dari relung hatinya, menyisakan spasi kosong dan dingin di sana. Menyisakan Jungkook sendirian bersama sepi, di antara ramainya suara cempreng Jimin dan Hoseok yang terlampau sering beradu mulut demi hal-hal kurang berguna.

Ia kesepian.

Ia bisa saja mencari teman. Sosok bernama Jackson Wang dari tim yang berbagi kamar dengan timnya sendiri itu salah satunya. Ia cukup ramah, kelewat ramah malah. Tololnya sebelas-dua belas dengan Hoseok.

Namun bukan Jackson-atau siapapun-yang ia harapkan dapat mengisi spasi kosong itu.

Ia mengharapkan orang lain.

Dirinya.

***

“Whoa~ Aku masih tidak percaya kita menang!” Jimin tak berhenti mengoceh. Kedua tangannya menimang-nimang piala berwarna perak berkilau di tangannya seperti seorang ayah menimang bayi pertamanya yang baru saja lahir.

“Ya walaupun juara dua, namun kita mewakili Korea Selatan!” sahut Hoseok, menyambar piala besar itu dari tangan Jimin. Tak berhenti ia baca berulang-ulang keterangan yang tertulis di sana.

East Asian Dance Festival

Hongkong, 2015

Jungkook tersenyum. Kerja kerasnya berlatih selama berbulan-bulan terbayar sudah. Tidak hanya itu, kerelaannya menanggung bebas kesepian yang teramat mendalam selama seminggu terakhir juga tidak sia-sia.

Ia akan segera kembali.

Mencari sesuatu yang seharusnya mengisi relung hatinya tersebut.

***

“KEEEEIIIIIIII I MISS YOU TO DEATH KEI WHY THE HELL A WEEK FELT LIKE A YEAAAARRRR???!!!”

“Pssshhh… Jangan lebay, deh!”

“Huh, kenapa sih jadwal kemarin itu padat sekali?! Latihan, gladi bersih, lomba… Aku jadi tidak sempat menghubungimu, kan?”

“Tapi kan kemudian kamu dan timmu menang juara dua!”

“Iya, sih… Hehehe…” Jungkook tersenyum lebar. Ia bukan lagi mayat hidup.

Ia sudah menemukan sesuatu tersebut.

Keiko Ino.

“Kamu ini benar-benar berlebihan, Jungkook! Aku saja malah senang kamu pergi ke Hongkong seminggu. Tidak ada yang berisik dan merecokiku lagi di sini,” ucap Keiko, membuat Jungkook cemberut manja.

“Jahat~ Aku saja kangen padamu sampai kepingin mati rasanya, kamu malah senang aku pergi?!” protes Jungkook. Keiko mati-matian menahan untuk tidak mengubur hidup-hidup pacarnya yang hiperbola ini.

“Baru kepingin mati, kan? Belum mati sungguhan,” jawabnya sarkastis.

Jungkook mendecakkan lidah sebal. “Tapiiiii… Sekarang aku sudah pulang! Yeay! I’ve got my Keiko back!

“Iiiihh, Jungkook! Jauh-jauh, deh!” Keiko berusaha melepaskan diri sementara Jungkook merangkulnya. Kelewat erat sampai kalau dilihat dari jauh, Jungkook malah terlihat seperti sedang berusaha mencekik Keiko. Untung orang-orang bisa memahami kelakuan remaja jaman sekarang. Kalau tidak Jungkook sudah diamuk massa karena dikira melakukan tindak kriminal.

“Lapar tidak, sih?” tanya Jungkook. “Makan dulu, bagaimana? Aku yang bayar.”

“Terserah saja, deh…” jawab Keiko asal. Gadis itu nyaris menjerit saat tiba-tiba saja Jungkook mendaratkan kecupan di pipinya.

“Kamu tahu, Kei? Kamu itu seperti permen lolipop kesukaanku waktu masih SD. Aku pernah tidak bisa berhenti makan itu selama seminggu sampai sakit batuk. Iya, kamu adiktif seperti permen lolipop. Duh, aku bicara apa ya? Aku jadi ingin makan lolipop lagi. Eh, tapi aku ‘kan sudah SMA!”

Mengabaikan monolog Jungkook, Keiko hanya bisa memasang ekspresi wajah lelah. Sumpah, lama-lama ia bisa alergi dengan makhluk bernama Jeon Jungkook. Jeon Jungkook yang biasanya saja sudah menyebalkan, apalagi Jeon Jungkook yang baru saja pergi ke luar negeri selama seminggu.

Oh ya, omong-omong, ingatkan Keiko untuk bilang pada Hoseok maupun Jimin agar jangan mendaftarkan tim mereka ikut lomba ke luar negeri lagi.

Ia tidak mau menghadapi Jeon Jungkook yang seperti ini untuk kedua kalinya.

.

.

.

-fin

Notes :

Ini sebenernya kacau ambyar banget sih… As I said, angst isn’t my forte. Lagian aku nggak bisa bikin angst kalo castnya makhluk ababil kayak Jungkook. Apalagi ini ditulisnya ngebut gada sejam ah au ah Hayati capeque -_-

NGGAK KERASA ICE CREAM CAKE SERIES UDAH KELAR WAKAKAKAKAKAK FINALLY!!!

Thanks untuk yang sudah menyempatkan diri membaca keenam fanfic miskin mutu dalam series Ice Cream Cake ini, yea I can see from my stat dan rata-rata pada baca Ice Cream Cake Series, hehehe…

Untuk selanjutnya, aku nggak tahu apakah mau bikin series based on tracklist dari album lagi. Mungkin mau nyelesain 30 Days Blogging Challenge sama Summer Writing Prompts yang sempat tertunda itu.

HOPE U ENJOY THIS ONE AND AGAIN… THANKS!!

Advertisements

Leave A Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s