#IceCreamCakeSeries – Stupid Cupid

CA2AZJUUIAAQ98K

.

.

.

“Do you even want to help me fall in love?
Stupid cupid, wake up!”

.

.

.

P.S. : This one isn’t related to another Ice Cream Cake Series.

“Jungkook kalau sudah besar mau jadi apa?”

Bocah berusia delapan tahun itu menoleh, namun sebelum menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya, terlebih dahulu ia mengelap ingusnya yang hampir meler dengan lengan kausnya. Eew.

Cupid.

“Hah?”

“Keiko tidak tahu cupid itu apa?”

Gadis di sebelahnya mengangkat bahu. Well, ia pernah dengar istilah itu, sih… Beberapa kali ia dengar dari kakak-kakak sepupunya. Tapi ia tidak tahu dan tidak pernah berniat untuk tahu sampai Jungkook menyebut kata itu lagi hari ini.

Cupid itu malaikat cinta,” jawab Jungkook. “Mereka menjodohkan manusia yang satu dengan yang lainnya, tahu?”

Keiko melongo. “Eumm… Maksudnya?”

“Aduh, Keiiii… Misalnya begini, ya! Aku ini cupid. Lalu aku menjodohkanmu dengan Jackson hyung! Paham?”

Namun bukannya mengangguk paham, Keiko malah tersipu malu. Jungkook jadi heran tatkala dilihat semburat merah muda di kedua pipi tembam Keiko. “Keiko kenapa?”

“Apa? Aku? Tidak apa-apa,” Keiko tersenyum. “Barusan kamu menyebut nama Kak Jackson…”

“Memang ada apa dengan Jack- SEBENTAR!!” Jungkook memekik. Dengan cepat maniknya bergulir menatap Keiko yang masih sedikit tersipu lantas teringat kata-kata kakak kelasnya, Namjoon.

“Kalau orang sedang jatuh cinta, biasanya mereka menjadi malu di depan orang yang mereka sukai. Bahkan mendengar namanya disebut-sebut saja malu. Lalu pipi mereka akan memerah seperti pantat Taehyung yang baru saja dipukuli ibunya.”

Lupakan soal pantat Taehyung!

“Keiko suka sama Jackson hyung?!”

“Ehh- Aku…” Keiko terkejut, namun pada akhirnya memilih untuk mengangguk malu-malu. “Habis Kak Jackson keren.”

“Tapi dia ‘kan pendek!”

“T-tapi, Kook… Kak Jackson lebih tinggi darimu-“

“M-maksudku, untuk anak kelas enam SD, dia itu pendek! Coba bandingkan dengan Taehyung! Ia masih kelas lima, tapi sudah lebih tinggi daripada Jackson!”

“Tapi Kak Jackson tetap keren, kok… Kamu sudah pernah lihat waktu dia ikut turnamen anggar? Ia keren banget!!”

“Aku juga keren!”

Keiko mendengus. “Kamu tidak bisa main anggar!”

“Tapi aku keren!”

“Apa yang keren?”

“Pokoknya aku keren!”

“Ih Jungkook bicara apa, sih?!” Keiko memukul punggung Jungkook. “Oh, katamu kamu mau jadi cupid ‘kan? Nah, kamu bisa tidak bantu aku?”

“Bantu apa?”

“Tolong berikan biskuit buatanku pada Kak Jack-“

“Apa? Tidak mau!”

“Tidak bisa begitu, dong! Kan kamu cupid! Kamu harus membantu orang-orang yang sedang jatuh cinta!”

Ya Tuhan, Kei… Bahkan aku yang sebentar lagi berumur lima belas tahun pun belum paham arti cinta yang sebenarnya.

Jungkook mendengus. “Fine!

“Nah, begitu, dong! Besok, ya!”

***

“Berikan pada Kak Jackson, ya! Bilang saja sebagai hadiah karena kemarin ia mendapat medali emas saat turnamen anggar! Terimakasih, Jungkook!”

Jungkook mendengus keras seperti banteng melihat kain merah yang dikibar-kibarkan matador untuk memancing amarahnya. Harusnya kemarin ia tidak menyebut nama Jackson! Harusnya ia menyebut nama Taehyung atau Jimin saja, lantaran mustahil sekali kalau Keiko akan menyukai dua biang kekacauan itu.

Harusnya ‘kan Keiko suka padaku, bukan Jackson hyung! Jungkook berjalan setengah hati ke galerai kelas enam. Ia menimang-nimang kotak makanan bergambar Queen Elsa di tangannya. Harusnya biskuit ini juga buat aku!

“Eh, Jungkook?”

Jungkook mengangkat kepalanya saat mendengar sebuah suara yang cukup familiar di telinganya. Ia melihat Namjoon dan Hoseok berdiri tak jauh di hadapannya. “Oh hai, Hyung.”

“Sedang apa kamu ke sini?” tanya Namjoon.

“Sejak kapan kamu membawa bekal menggunakan kotak makanan bergambar Queen Elsa?” kali ini Hoseok bertanya.

“Ini bukan punyaku!” sergah Jungkook cepat, sebelum harga dirinya diinjak-injak oleh kedua kakak kelasnya. “Ini punya Keiko!”

“Oh, jadi kamu mencuri bekal makan siangnya?”

“Tentu saja tidak, Hyung! Aku tahu aku nakal, tapi aku tidak pernah mencuri!”

“Lalu apa?”

“Ia mau memberi biskuit pada Jackson hyung.”

“Oh, Jackson…” gumam Namjoon. “Padahal kukira Keiko itu pacarmu, lho…”

Namjoon tidak sadar kalau ucapannya barusan membuat Jungkook ingin membanting kotak makanan di tangannya saja. Bahasa gaulnya, Jungkook baper.

“Ish, kamu ini! Jungkook ‘kan masih kelas tiga! Mana paham dia soal pacaran?” timpal Hoseok dan Jungkook mendelik kepadanya tanpa tedeng aling-aling.

“Aku tahu, kok!”

“Tck, better keep your mouth closed, Kid.”

Lihat. Anak kecil mengatai anak kecil. Dasar dunia sekolah dasar.

“Sudahlah, kelas Jackson hyung yang mana?” tanya Jungkook. Namjoon menunjuk kelas enam yang paling sudut.

“Eh, omong-omong, Keiko itu suka pada Jackson, ya?”

“Duh, lemot sekali kamu, Namjoon…” cibir Hoseok. Ranking satu apanya? Faktanya hal sepele seperti ini saja otaknya tidak bisa mencerna lebih cepat dari kecepatan cahaya.

“Ya ‘kan belum tentu! Soalnya dua hari lalu Yoongi hyung memberiku biskuit buatan saudari kembarnya. Masa Yoongi hyung suka denganku?!”

Jungkook berdecak kesal. Salah apa ia malah terlibat konversasi tidak bermutu ala Namjoon dan Hoseok?

“Kasihan temanmu itu ya, Kook… Padahal Jackson ‘kan suka dengan Jiao,” ucap Hoseok.

“Siapa?” Jungkook mengerutkan dahi.

“Murid pindahan dari Quang- Puang- Duang-“

“Guangzhou, Bodoh…” koreksi Namjoon dengan nada malas.

“Iya, itulah!” sergah Hoseok asal. “Setahuku, sih begitu. Soalnya Jiao itu sekelas denganku, dan kalau istirahat Jackson sering sekali mampir ke kelasku dan makan bersama Jiao.”

“Lebih baik biskuitnya buat aku saja,” timpal Namjoon.

“Tidak boleh!” pekik Jungkook, membuat Namjoon berjengit kaget.

Tentu saja tidak boleh. Karena Jungkook dan otaknya yang punya jalan pikiran aneh itu sudah punya rencana lain.

***

“Jungkook!!” Keiko berlari-lari kecil ke rumah tetangganya tersebut. Dengan senyum tiga jari, ia membuka pagar rumah Jungkook dan menghampiri bocah yang sedang bermain mobil-mobilan remote control di teras rumahnya.

“Bagaimana?” tanya Keiko semangat.

“Bagaimana apanya?” Jungkook balas bertanya dengan nada datar, masih fokus pada mobil-mobilannya.

“Biskuitnya! Kak Jackson bilang apa?”

Jungkook berhenti bermain. Ia menghela nafas panjang, lantas menatap Keiko dengan tatapan seperti… Kasihan?

“Maaf, Kei… Tapi kamu harus tahu bahwa aku masih cupid kelas pemula.”

“Eh? Maksudmu apa?”

“Aku tahu, seharusnya sebagai cupid kelas pemula aku tidak sembarangan menerima tugas. Aku benar-benar ceroboh, Kei.”

“Jungkook, kamu bicara ap-“

“Aku tidak berhasil menjodohkanmu dengan Jackson hyung.”

“Hah?” Keiko kecewa. Oke, tentu saja. Tapi rasa kecewanya tidak sebesar rasa bingungnya sekarang. “Kok bisa?”

“Aku salah memanah panah cintanya, Kei,” ucap Jungkook sedih.

“Uhh, k-kamu memanahnya kemana?” tanya Keiko, takut kalau sampai panah cinta cupid Jungkook salah sasaran ke orang-orang yang tidak ia harapkan. Jimin, misalnya.

Jungkook menyentuh dada kirinya, tiba-tiba saja ia meringis, seperti menahan sakit. Terang saja Keiko langsung khawatir. “Jungkook, kamu kenap-“

“Maaf, Kei… Tapi aku tidak sengaja memanahnya ke diriku sendiri. Jadi mulai sekarang kita berjodoh.”

.

.

.

-fin

Notes :

SEK BENTAR INI MAKIN KE BELAKANG KOK MAKIN NGGAK BERES AJA YAH JUNGKOOK-KEIKO NYA??

Sebenernya aku rada bingung pas mau nulis yang Stupid Cupid, soalnya Ice Cream Cake Series ini kan tentang KeiKook, tapi ini temanya cupid… Nah kalo cupid-nya orang lain yang berusaha jodohin mereka, cast-nya jadi bukan KeiKook lagi, dong? And suddenly this weird idea popped and… Jadilah. Fanfic payah ini.

Ah, au ah.

Hope ya enjoy, tho ^^

Advertisements

4 thoughts on “#IceCreamCakeSeries – Stupid Cupid

  1. YHA MEMANG DARI AWAL MEREKA SUDAH TIDAK BERES KAK GIMANA SIH

    KZL BANGET KZL KZL KZL SAMPE MO KZLK ((hah)) ((apa))

    HUVT. INI TOLONG APA YHA KENAPA ANAK SD YANG MASIH INGUSAN UDAH PACAL-PACALAN. NGGAK BOLEH DEQ. MBAK-MBAKMU INI JHA GA DA YANG PUNYA PACAL. ((LAH)) ((CURHAT MBAK E?)) ((NGGAK DING))

    Tapi yah emang bener, jaman sekarang bocah kelas 3 SD aja udah paham masalah cinta-cintaan. Panggil mama-papa ((eww)). Menggalau gundah gulana. Berani aplot sosmed lagi. Miris banget. Dasar. Dulu mah kita SD main bekel sama tukeran binder :”””””””>

    Di luar masalah sosial/? yang satu ituu OH MAY GAT DIZ IS CUTE OVERLOAD iKON’T EVEN …… ;;___;;
    Mari kita lupakan soal umur dan lihat betapa cheesy dan manisnya Jeon Jungkook pada Keiko di siniiiii ;;____;; Dia bibit-bibit wong lanang sing bakal ngentekno wong wedok, pasti ituu ;;_____;;

    Aku nggak tau harus berapa kali bilang kalo Kak Rani punya cara tersendiri buat bikin sesuatu yang sederhana jadi sesuatu yang ‘sesuatu’ //hah. Baca fic Kak Rani tuh beda. Kayak ada manis-manisnya gituu :3 ((LAH)) ((IKLAN LEWAT)).

    NAIZ FIC KAK RANEE!! KEEP IT UPP!! KUTUNGGU FIC-FIC MANIS YANG BIKIN MELELEH LAINNYAAA!! xD

    1. Duh emang miris ya kalo liat anak jaman sekarang masih piyik-piyik gitu udah cinta-cintaan, udah megang gadget, udah serba kacau hatjep bikin aku mikir ‘sebenernya dulu tuh aku yang terlalu cupu pas SD apa emang generasi piyik jaman sekarang memprihatinkan?’
      EMANG JUNGKOOK INI FOREVER ILLEGAL YA GIMANA YA LIAT MUKANYA AJA UDAH PENGEN BANTING MONITOR TAPI YA EMAN-EMAN MONITORKU EMANG NEK RUSAK OPPA AREP NGGANTI APA //yha
      Again and again, thanks udah baca, like, dan revieeewwww 😀 😀

  2. Astaga adek adek, masa sekolah tuh digunakan buat belajar atau bermain. Bukan buat pacar2an atau gombal2an. Kalo ketauan pacar2an, nanti kakak hukum kalian(?) ((Malah ceramah))((berasa tua)) hahahaha

    Anjir ini beneran deh, suasana khas bocah ingusan sd berasa banget. Dari dialognya jg nyolot2 anak sd(?) Wakakaka
    Btw kookie belajar gombal dari mana sih? Kok noona gak pernah digombalin kaya gitu ((yha)) :p

    1. Hai Kak Titaaa!!
      Hehe ya mau gimana lagi atuh kak anak SD jaman sekarang mah mainnya udah bukan binder sama petak umpet, tapi pacaran //miris
      Kayaknya Kookie kebanyakan bergaul sama kakak kelas sesat macem Hoseok sama Namjoon, makanya masih kelas tiga udah gombal berasa lelanange jagad 😀
      Anyway, makasih ya Kak udah baca dan ngasih review ^^

Leave A Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s