#IceCreamCakeSeries – Ice Cream Cake

1619500_1028273843854544_8654627334151383487_n

.

.

.

“Your lips are sweetly melting,

I’m closing my eyes.”

.

.

.

“Jungkook, bagi-bagi es krimnya, dong!”

Keiko tahu betul pacarnya memang bukan tipe orang yang senang berbagi, tapi ia tak tahu bahwa Jungkook bakal setega ini. Masa ia tega menikmati es krim sendirian sementara Keiko di sampingnya cuma bisa ngiler?!

“Idiiihh… Berarti sendoknya juga harus bergantian denganmu begitu? Jijik!” sahut Jungkook, melahap sesendok es krim green tea tepat di depan wajah Keiko.

Keiko mendengus, lantas berjalan malas-malasan mengambil sendok di dapur. “Nah, sekarang aku sudah punya sendokku sendiri. Bagi!”

“Sebentar, satu kali lagi,” Jungkook melahap sesendok.

“Itu sudah satu kali.”

“Iya, satu kali lagi.”

“Jung-“

“Sebentar, sebentar.”

“Jungkook-“

“Sekaliiiii lagi-“

“Sekali-sekali terus sampai habis!” sembur Keiko. Jungkook terbahak-bahak, entah mengapa berhasil membuat Keiko naik pitam menjadi kepuasan batin tersendiri buat remaja labil yang satu ini.

“Nih, tapi jangan dihabiskan.”

“Hmm,” sahut Keiko, menikmati sesendok demi sesendok es krim green tea yang melumer di dalam mulutnya.

“Aku masih punya lagi, lho di kulkas,” ucap Jungkook.

“Hah? Memang kamu punya berapa banyak persediaan es krim, sih?” tanya Keiko. Pantas saja akhir-akhir ini Jungkook sering sakit pilek. Setiap hari mencekoki diri sendiri dengan es krim terus, sih!

“Tidak banyak. Kemarin kakak sepupuku memberiku ice cream cake.”

“Rasa?”

Red velv-

“MAAAUUUUU!!!”

Jungkook menatap Keiko penuh dendam sembari menutupi telinga kanannya yang berdengung. Pokoknya kalau setelah ini ia tuli, semuanya tanggung jawab Keiko! “Nanti, yang ini dihabiskan dulu.”

“Aku mau red velvet,” desak Keiko. “Kapan pilekmu sembuh kalau tiap hari makan es krim? Mending buat aku saja sebagian!”

“Tidak mau!”

“Ayolah, itu kan demi kebaikanmu juga,” Keiko memasang senyum semanis mungkin. “Sebentar lagi ujian akhir semester. Kalau sampai kamu sakit, bagaimana? Aku cuma berusaha menjadi pacar yang perhatian.”

“Itu bukan perhatian, tapi licik,” dengus Jungkook, namun pada akhirnya beranjak ke dapur juga. Beberapa menit kemudian, ia kembali membawa piring dengan sepotong ice cream cake di atasnya.

“Thanks, Jungkook!”

“Hnngg…”

Jungkook mengambil mangkok es krim green tea-nya yang terbengkalai dan melanjutkan aktivitas makan es krimnya. Sesekali diliriknya Keiko yang tampak begitu menikmati ice cream cake-nya. Didengarnya gadis itu beberapa kali menggumam pelan.

Jungkook tersenyum sembari menggeleng-gelengkan kepalanya. Keiko lucu kalau tidak cerewet dan berkoar-koar seperti ini, pikirnya.

“Ih, Jungkook gila ya senyum-senyum sendiri.”

“Hehehe…” Jungkook terkekeh. “Soalnya kamu lucu.”

“Apa yang lucu?” tanya Keiko bingung. Jemarinya cepat-cepat mengusap sekitar bibirnya, siapa tahu Jungkook menertawakan sisa es krim yang tidak sengaja menempel di sana.

What the-” Keiko menahan nafas, terkejut. Jungkook baru saja memangkas jarak di antara mereka, hingga kini jarak di antara kedua wajah mereka bisa dihitung. Dasar Jeon Jungkook sialan! Keiko kan tidak pernah menyiapkan diri untuk- Ah, Keiko saja geli untuk mengatakannya!

Entah ada setan apa yang lewat, namun Keiko memilih untuk memejamkan kedua matanya. Ia sama sekali tidak siap melihat aksi macam apa yang akan Jungkook lakukan detik selanjutnya. Awas saja, pokoknya kalau bocah itu macam-macam, tangannya sudah siap menampar wajah yang dielu-elukan para gadis hormonal satu sekolahan tersebut.

Dan Jungkook tidak main-main.

Ia melakukannya.

Bulu kuduk Keiko meremang saat ia merasakan nafas lembut Jungkook menyapu permukaan kulit wajahnya.

Jantungnya nyaris berhenti berdetak tatkala dirasakan oleh inderanya bibir dingin Jungkook-

“Idih, Keiko kegeeran.”

-mencium sudut bibirnya.

Dan apa katanya tadi? Kegeeran?

Keiko membuka mata, hanya demi mendapati Jungkook dengan tampang sok kerennya, membuat darah Keiko mendidih sampai ubun-ubun. Dasar-

“KURANG AJAR!!! DASAR JEON JUNGKOOK ANAK TUYUL!!!”

.

.

.

-fin

Notes :

Hi! So I’m back with a series based on Red Velvet’s ‘Ice Cream Cake’ tracks!!

And I will write 6 fanfictions with Jungkook as the main character 😀 Entah karena memang mini album pertama Red Velvet ini nuansanya masih rookie dedek emesh sekali dan kayaknya si anak tuyul bernama Jeon Jungkook ini suits well with the songs.

Anyway, hope ya like it and see you in the next post ^^

Advertisements

2 thoughts on “#IceCreamCakeSeries – Ice Cream Cake

  1. 0M0 GEMASHH

    MAAFIN KARENA AKU TBTB NGILANG SETELAH NGOMENIN FIC KAK RANEE YANG UNYU TEMPO HARI BIKOS WAKTU ITU AKU DIAJAK KELUAR HUHU ;;___;;
    Ahhhh Kak Rani tuh ya suka banget bikin orang pingin nangis pelangi dengan tulisan-tulisannya yang fluffy fluffy imut bangett huhu sementara bocah ini ngegombal aja bikin muntah ;;___;;
    Dan seperti biasanya, diksi Kak Rani itu ringan, mudah dipahami, dan nyante banget kayak ‘yo this is my kind of writing i’m absolutely fabulous shut up’ ASAJDKSAJDKASJDKL I’m lovin’ it xD Kak Rani bisa ngangkat tema sederhana yang mungkin kalo orang lain nulis bakalan bosenin, tapi kalo Kak Rani yang nulis malah jadi super duper keren! Kok bisa sih nulis ngalir gitu aja huhu teach meee senpaaaaii ;;_____;;

    Huvt jadi pingin makan es krim.

    Red velvet.

    Bareng Mas Jungkuk.

    Biar disun oenyoe.

    :”<

    //ga.

    Pokoke suka suka sukaaaaaak Kak Raneeee. This is effortlessly coooooolll wooo xD
    Nice fic! Keep it uuup, senpaaaai!!

    1. Hai Hani!! Haha gapapa kok bebas mah mau datang dan pergi ke blog aku santai ajaaa 😀
      Ya ampun kamu kenapa manggil aku senpai, I’m still pretty inexperienced in writing >.<
      Duh aku emang kayaknya cuma bisa bikin fluff gombal menjijaykan ya soalnya kalo nyoba bikin yang angst tambah jijay lagi hehe… Yang nulis aja jijay apalagi yang baca //nah gitu nyadar
      But thanks for the compliment, anyway 😀 You've made my day and it keeps my passion to write alive ^^
      Ah emangnya cuma kamu yang mau mamam es krim bareng Jungkook? Aku juga kali //ngimpi aja terus ran 😄
      Again, thanks ya udah baca, like, dan review, Hani 😀

Leave A Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s