#IceCreamCakeSeries – Automatic

B9fZOPUCYAE7IkK

.

.

.

“My senses move at the smallest body movements.”

.

.

.

“Hujannya masih lama, ya?” gumam Keiko. Kedua maniknya menatap langit dimana awan-awan kelabu menggantung. Ia dan Jungkook masih terperangkap di sekolah lantaran hujan turun sebelum mereka berdua sempat menjejakkan kaki di halte bus yang terletak tidak jauh dari sekolah. Sial bagi mereka yang sama sekali tidak membawa payung maupun jas hujan.

“Aku lapaaarrrrr…….” rengek Jungkook yang mana hanya mendapat decakan dari Keiko.

“Memangnya kamu pikir aku tidak lapar?” sahut Keiko. “Ugh, kenapa juga sih aku lupa bawa payung tadi pagi?”

“Supaya hari ini kamu bisa berlama-lama denganku~”

“Eew, so cheesy!”

Jungkook hanya memamerkan cengiran kelinci khasnya. “Biar romantis, berduaan menunggu hujan.”

Keiko memutar bola mata. Romantis bagian mananya? Toh dari tadi kerjaan Jungkook kalau tidak merengek kelaparan ya menggoda Keiko dengan sejuta rayuan gombal menjijikan andalannya.

Angin yang berhembus menerpa permukaan kulit Keiko membuat gadis itu lantas bergidik kedinginan. Hari ini ia benar-benar dikutuk Dewi Fortuna. Gadis itu menyumpah-nyumpah dalam hati sambil menggosok-gosok lengannya meski tidak membantu lantaran telapak tangannya sudah terlanjur mati rasa dan membeku oleh udara dingin.

Diliriknya Jungkook yang masih melamun menatap hujan, namun bukan ke situ fokus Keiko. Ia melirik iri jaket merah tebal yang membungkus tubuh anak laki-laki itu. Ugh, kenapa sih Jungkook tidak peka? Harusnya ia kan meminjamkan jaketnya pada Keiko!

“Jungkook.”

“Ya?”

“Dingin tidak, sih?”

“Eumm… Tidak juga. Kan aku pakai jaket.”

“Oh.”

Masih tidak peka juga, dasar anak tuyul, umpat Keiko dalam hati meski sebenarnya tidak ada korelasinya antara tidak peka dengan anak tuyul. Keiko bersedekap, sebisa mungkin menghalau dingin menyusup dan berusaha menyentuh kulitnya.

“Dingin ya, Kei?” tanya Jungkook datar.

“Tidak,” jawab Keiko pendek, menahan dongkol yang bercokol di dadanya. Pakai tanya lagi! Anak ini pura-pura tidak tahu (karena Jungkook yang pelit tidak suka berbagi) atau memang tidak peka?

Keiko menghela nafas. Biasanya Jungkook memang suka jual mahal dan bersikap menyebalkan, namun entah mengapa hari ini ia benar-benar sensitif. Mungkin sebentar lagi tamu bulanannya datang berkunjung.

Keiko masih mematung saat Jungkook melepas jaketnya, menyisakan kaus lengan panjang yang membalut tubuhnya. Tanpa banyak bicara, Jungkook menyampirkan jaketnya pada bahu Keiko seperti menyampirkan pakaian pada sebuah manekin. “Mumpung aku sedang baik,” ucap Jungkook enteng.

“Eh, jangan marah dong, Kei,” ucap Jungkook lagi, saat Keiko masih memilih untuk tak mengacuhkannya. “Kamu tidak mau berterimakasih padaku?”

“Terimakasih.”

“Jangan marah,” Jungkook merangkul Keiko. “Sebenarnya aku tahu kok kalau kamu kedinginan, cuma karena gengsimu ketinggian jadi tadi aku takut kalau kamu bakal menolak ketika aku meminjamkan jaketku.”

Keiko menggigit bibir bawahnya. Jadi sebenarnya Jungkook peka? Hehehe… Ia tertawa bodoh dalam hati. Salah sendiri suka berprasangka buruk. “Dalam keadaan seperti ini, aku takkan mempertahankan gengsiku, Bodoh.”

Gemas, Jungkook mencubit ujung hidung Keiko yang memerah karena dingin menggigit. “Kalau begitu kenapa kamu tidak minta dari tadi?”

“Karena biasanya kamu pelit!”

“Dalam keadaan seperti ini…” Jungkook tersenyum. “…aku takkan bersikap pelit, Bodoh.”

.

.

.

-fin

Advertisements

2 thoughts on “#IceCreamCakeSeries – Automatic

  1. ASJKASJKASJKASJKAJAKS

    SEEMS LIKE I’M GONNA SHIP JUNGKUKxKEIKO RN ;u;
    Mereka nih apa yah berantem berantem mulu tapi ujung-ujung e yo sayang-sayangan HAHAHAZEKK dasar muda mudi dimabu’ tjintah xD
    TUHKAN TUHKAN AS ALWAYS INI CUBANGEDH. Simple but you succesfully make it ‘something’ xD
    WAKAKAK gatau kenapa bahagya bangeettt kalo si Keiko udah ngatain Jungkuk si anak tuyul :”> ((dasar)) ((otak setan)) Lagian Jungkuk sih kenapa ngga peka peka dasar cowoque pffft.

    Tap emang yah, suasana ujan-ujan, adem, bareng gebetan, emang bikin baper sedunia. Kayak kita orang jadi mendadak melankolis. Aku pun tak paham. Dan kayak e salah banget kalo aku baca fic Kak Rani yang extremely manis ini. INSULIN MANE INSULIN ;;______;;

    “Dalam keadaan seperti ini…” Jungkook tersenyum. “…aku takkan bersikap pelit, Bodoh.” —>> AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKKK TAU AJA KELEMAHAN PARA CIWEI-CIWEI KZ 404 PERAWAN DESA NOT FOUND TOLONG ;;_____;;

    Yasss pokoknya keren parah Kak Raannn i dunno what to say again ;;____;; Ini khas Kak Rani bangettt ;;___;; All praises.

    Naiz fic, Kak Raniii! Keep nulis-nulis ketjeeehh!

    1. Wakakakak ya dimaklumi ajalah remaja ababil emang suka begitu //kayak elu kagak ababil aja ran
      Hehe soalnya emang hyung-hyungnya Jungkook bilang kalo dia ini serba pelit dan serba higienis, apalagi soal baju dia paling anti pinjam-meminjam sama orang. Dan ya aku berusaha nulis fanficnya biar nggak terkesan menye-menye I love you you love me jadi yah ada berantem-berantemnya dikit gapapa lah XD
      Makasih udah baca, like, dan review Haaann ^^

Comments are closed.