[Ficlet] Resolutions

B5yF6x3CcAA1Wcw

This fic is related to this one.

.

.

.

“Aku ingin… Gadis yang berdiri di sampingku ini menjadi milikku.”

.

.

.

Oh Sehun, happy new year!!

Seiring terompet-terompet itu makin nyaring dibunyikan dan ledakan-ledakan kembang api yang tak berhenti saling menyahut, kini Jo menambah panjang daftar faktor utama penyebab berkurangnya kemampuan pendengaran Sehun dengan pekikannya yang melengking dan menyebalkan.

Let’s make a great year and let’s have fun!” pekik Jo lagi, menyematkan jemarinya di antara jemari Sehun yang dingin, lantas mengangkat kedua tangan mereka. Gadis itu tertawa dengan mata berbinar, menatap puluhan kembang api yang menghiasi langit malam kota New York.

Jujur saja, Sehun adalah tipe orang yang benci keramaian. Ia tidak suka berada di antara hiruk pikuk orang-orang ini dan ia lebih memilih menghabiskan malam pergantian tahun di kamarnya yang hangat. Menonton film-film di laptopnya sembari minum bir dingin. Jika bukan karena Jo, maka Sehun takkan berada di sini.

“Ayolah, jangan menekuk wajahmu seperti itu,” ucap Jo. “Ini sudah tahun 2015 dan kau masih saja judes.”

“Di sini berisik, Jo. Aku mau pulang,” sahut Sehun. “Ya Tuhan, kemana mantelmu?”

“Aku lepas, panas.”

Sehun heran kenapa ada saja orang yang begitu tahan hanya melapisi pakaiannya dengan sweater di tengah musim dingin seperti ini. Jo benar-benar perlu diberi penghargaan perihal ini.

“Apa resolusimu tahun ini?” tanya Jo.

“Menurutmu?” Sehun balik bertanya. “Bagaimana dengan resolusimu sendiri?”

“Aku? Aku harap tahun ini aku bertambah tinggi,” jawab Jo. Sehun mendengus menahan tawa. Jo melemparkan tatapan memprotes.

“Hei, bagi orang pendek sepertiku, itu adalah sebuah resolusi wajib!” Jo memberi alasan. “Masih banyak resolusi lainnya tapi aku tak mau menyebutkannya. Nah, sekarang apa resolusimu?”

“Resolusiku…” Sehun merangkul Jo, turut menatap langit yang masih dipenuhi dengan kembang api. “…berubah menjadi orang yang lebih hangat?”

“Itu bagus!” Jo tersenyum. “Ada lagi?”

“Ada.”

“Kau mau menyebutkannya?”

“Uh-uh.”

Sehun menghela nafas. “Aku ingin… Gadis yang berdiri di sampingku ini menjadi milikku.”

Jo terdiam, menatap Sehun yang balas menatapnya dengan tatapan dan ekspresi yang sulit terbaca oleh Jo.

“Tidak romantis, aku tahu. Aku bukan Shakespeare. Tidak mudah bagiku merangkai rayuan gombal yang mampu melelehkan hati wanita.”

Jo terkekeh, memukul pelan lengan Sehun. “Apa yang kau bicarakan? Aku tak butuh Shakespeare dan rayuan gombal. Kau kan tahu sendiri bahwa aku bukan tipe gadis yang suka dipuja-puja dengan gombalan.”

“Jadi… Bagaimana?”

“Bagaimana?”

Will you be mine?

“Menurutmu?”

It depends on you, Miss. Aku tak bisa menebaknya.”

“Aku boleh bertanya?”

“Apa?”

“Memangnya aku sudah berhasil membuatmu jatuh cinta?”

“Sepertinya begitu,” jawab Sehun. “Kalau belum, maka aku takkan memintamu menjadi pacarku.”

“Kau memang tidak romantis.”

“Katanya kau tidak masalah dengan pria yang tidak romantis?”

“Iya, sih… Tapi ini terdengar konyol, kau tahu?”

“Hmm… Sekarang jawab saja.”

“Bagaimana, ya?” goda Jo. “Kalau aku tidak mau, bagaimana?”

It means that better for us to be only friends.

“Pasrah sekali. Kalau aku menolak, apa kau sama sekali tidak mau mencoba mendapatkan aku lagi?”

“Itu bisa diatur nanti.”

Jo terkekeh, sedikit berjinjit demi mendaratkan satu kecupan ringan di pipi Sehun. “I can’t say no, Oh Sehun. So… Yes. From now on, I’m yours.

.

.

.

-fin

Advertisements

2 thoughts on “[Ficlet] Resolutions

  1. OMG AKU SCROLLING TIMELINE(?) DAN TERNYATA AKU MELEWATKAN SATU FICMU WAHAHAH MAAFKAN 😄

    Aku iri tau huhu kamu produktif sekali kak ;A; Sementara aku angin-anginan banget kalo nulis whyyyyyy ;A; Abaikan, pokoknya aku salut sama kak Rani wkwk 😄
    Sehun-Jo lagi, ya? Eciyee udah jadian ciyee:v Sehun pasrah amat, diterima gpp ditolak pun juga gpp .__. Cowok macam apaa .__. /eh /kicked. Idk tapi aku suka couple macem begini, ceweknya hebring parah sedang si cowok cuek tapi manis… :”) Ughh i can’t handle my feelings :”) Hayati tak kuat mas, kokoro ini tiadalah sanggup :”) /apa.
    Err, btw, “pekik Jo lagi, menyematnya jemarinya di antara jemari Sehun yang dingin, lantas mengangkat kedua tangan mereka.” itu harusnya ‘menyematkan’ bukan sih? HEHE 😄 But yeah lagi-lagi cuman masalah seuprit no problem. YOUR FIC IS STILL ADORABLE AND I LOVE IT 😄 Ringan dan sweet overload /ea :3 Sehunnya minta dicubit :3 Pesen pacar macem dia dimana btw? :3 /apaseason2.

    Nice fic, Kak Rani! Keep writing ❤

    1. Hai, Hani!! Haha aku nggak seproduktif yang kamu pikir deh, ini lagi banyak ide aja. Kalo pas bener-bener gada ide pernah sampe hampir dua bulan ga ngeblog.
      Sebenarnya ini fanfic ditulis tadi malem jadi maaf kalo ada typo soalnya udah setengah gasadar, nanti aku perbaiki 🙂
      Terimakasih atas komentarnya, Hani!! Keep writing juga 😀

Leave A Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s