[Ficlet] A Girl’s Problem

tumblr_mvvdpxAKEg1scj4tbo1_500

.

.

.

“Namun terkadang Henry lupa bahwa setomboy apapun perilaku dan penampilan Amber,

ia masihlah seorang perempuan.”

.

.

.

Recommended backsong : Avril Lavigne – What The Hell?

Memiliki sepupu yang tomboy dan tidak tahu malu seperti Amber adalah hal menyenangkan bagi Henry. Ya. Di keluarga besar mereka, hanya ada dua anak laki-laki, yaitu Henry dan kakak laki-lakinya. Namun kakak laki-laki Henry sudah terlalu dewasa untuk diajak bermain video game sampai tengah malam dan melakukan taruhan aneh-aneh saat menonton pertandingan sepakbola.

Tentu saja, Henry tidak akan mau bermain boneka Barbie atau pesta minum teh bersama para sepupu perempuannya, kan? Atau kalaupun bermain video game, mereka pasti akan lebih menyukai Cooking Mama dan Harvest Moon ketimbang Watch Dogs maupun Grand Thrift Auto.

Namun terkadang Henry lupa bahwa setomboy apapun perilaku dan penampilan Amber, ia masihlah seorang perempuan. Dan seharusnya wajar bagi Henry bila pada periode tertentu akan ada saatnya Amber tiba-tiba berubah sikapnya, yang Henry sebut dengan ‘kesurupan’.

Tujuh hari lalu Amber tiba-tiba memesan satu loyang pizza dan melahap habis keenam slice-nya seorang diri (itu menyeramkan, tentu saja). Lima hari lalu Amber tiba-tiba menjadi begitu cerewet dan pemarah, mengomel atas betapa berantakannya Henry. Padahal Amber sudah tahu betul bahwa sepupunya ini adalah orang paling ceroboh, berantakan, dan pemalas di dunia. Dan tiga hari lalu Amber tiba-tiba menjadi sangat pemalas dan tampak menyedihkan dan karena Henry masih berpikir bahwa Amber ‘kesurupan’, ia cuma menyerahkan sebuah Alkitab kepadanya dan berkata,”Dude, I think you need Jesus.”

Kemarin dan hari ini, Amber berguling-guling di ranjang Henry sembari memegangi perutnya, terkadang mengerang kesal dan menyumpah macam-macam… Dan entah apakah Henry yang tidak peka atau memang ia tidak tahu, tapi ia masih berpikir Amber ‘kesurupan’ dan nyaris saja menyeret sepupunya itu ke gereja terdekat.

“Amber, berhentilah membuat suara-suara aneh. Kau mengganggu konsentrasiku,” ucap Henry yang masih fokus dengan video game yang ia mainkan dengan PSP-nya.

Aarrgghh, this really really torturing me, Maaaannn!!” erang Amber. “Goddammit! Fuck my life!

For God’s sake, Amber! Please stop groaning like a crazy before I take you to church- Oh my God, what kind of demon controlling you right now?!

What kind of demon- Aku nggak kesurupan, Henry!!” sahut Amber.

“Terus kenapa? Kau terus bersikap aneh sejak kemarin, kemarinnya lagi, dan seminggu yang lalu!”

“Kau benar-benar tidak tahu kenapa?”

Henry melongo menatap Amber, lantas menggeleng polos. “Yang aku tahu kau kesurupan dan kau membutuhkan Tuhan Yesus sekarang.”

Amber menepuk jidatnya keras-keras, sejenak dirundung dilema apakah ia harus menyebut Henry bodoh atau polos. “Henry, please… No matter how boyish I am, I’m still a girl.

“Iya, aku tahu. Lalu kenapa?”

You really don’t know about it?” tanya Amber lagi. “Freaking don’t know about what on earth is happen on me?

If I know then I wouldn’t ask you, Dude.

“Aku- Aaarrgghh!!” Amber mencengkeram perutnya, meringis, kemudian kembali menatap Henry yang masih memasang tampang tolol bercampur polos.

You got stomachache? Diarrhea? Constipation? Or worse… Appendicitis?

No, no, and hell no, Henry! Much worse than just a stomachache, even it’s happened on every girl.

Should I tell my mom?

No.

Then what should I do? What if you die on my bed? You will haunt my room and be a nightmare for me-

Damn, Henry! I’m not gonna haunt your room and be your nightmare because I’m not gonna die!” ucap Amber. “I’m on my period right now and it’s not gonna killing me even if I feel like it’s better to die right now!

Henry masih melongo, kemudian tersenyum lebar, membuat Amber tak sabar ingin melempar wajah tololnya dengan kapak saja. “Oh, I remember it. Just… I forget that you’re a girl, Honey.

.

.

.

-fin

Notes :

Aku gatau ini apa hahaha… I’m really into HenBer dan buatku mereka lebih kayak sodara ketimbang sepasang insan yang tengah dimabuk cinta, heuheu… And yes, Amber’s problem is every girl’s problem.

Advertisements

2 thoughts on “[Ficlet] A Girl’s Problem

  1. WAKAKAKAKAKAKAKAKAKKAKAKAKAKAKA ((ngakak tujuh turunan))

    I KNOW DAT FEEL, AMBER :’) I KNOW DAT FEEL :’)
    Ugh ucul bgt HenryxAmber sini kucubit :’) Sebegitu tomboynya mas Amber ini sampe Henry lupa kalo dia itu cewek WKWK. Mana orang lagi you-know-what dikira kesurupan lagi, you’re too naive, Henry, too naive(?) :3 Pokoknya ini lucuuu. Komedinya–seperti yang kubilang–berkelas dan berserakan(?) di mana-mana. Tulisanmu tuh khas dan unik syekali AKU SUKAAA XD Kalo kata McD, I’M LOVIN’ IT! XD Keep writing yaa kak Rani! ^^

    1. Hehehehe that’s all Amber’s fault, salah kangmas sendiri jadi anak kelewat lakik sampe sodaranya lupa kalo dia masih cewek dan mengalami ‘itu’.
      Again, makasih sudah baca, like, dan komen ya, Hani!!

Leave A Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s