#XOXODrabblesProject – Just One Day

large (12)

.

.

.

“If there’s a chance in my busy schedule,
I want to put my body in your warm and deep eyes.”

.

.

.

“Kyung?”

“Hmm?”

“Ada film bagus.”

“Apa?”

“Guardians of The Galaxy,” Minhyo tersenyum lebar. “Temenin nonton ya besok Sabtu?”

“Sama temen-temen kamu aja nggak bisa?” tanya Kyungsoo tanpa mengalihkan pandangan dari laptopnya sedikit pun.

“Nggak ada,” jawab Minhyo. “Sekali-kali lah… Udah lama kita nggak jalan-jalan bareng.”

Kyungsoo tak langsung menjawab. Masih sibuk dengan tugas dari dosennya. Minhyo menghela nafas. Beginilah jadinya kalau punya pacar yang kelewat rajin.

“Kyung?”

“Ya?”

“Nggak capek apa dikit-dikit ngerjain tugas, dikit-dikit belajar, santai lah…”

Namun Kyungsoo nampak tak begitu menggubris Minhyo, membuat gadis itu merasa sedikit kesal. Sengaja hari ini hendak ia habiskan bersama Kyungsoo, namun apa daya, nampaknya pemuda yang merupakan salah satu mahasiswa berprestasi gemilang di kampusnya itu lebih suka bercumbu dengan seabrek tugas-tugas keparat dari dosennya ketimbang menghabiskan waktu bersama Minhyo.

Merasa tak mendapat perhatian Kyungsoo, tangan usil Minhyo mulai berulah. Diraihnya bolpoin Kyungsoo dan ia memainkannya seperti anak kecil, melempar-lemparkan bolpoin itu ke udara lalu menangkapnya. Ia baru berhenti saat tangannya tak berhasil menangkap bolpoin itu sesaat setelah melemparkannya, dan bolpoin itu malah jatuh mengenai kepala Kyungsoo.

“Ish!” decak Kyungsoo kesal, mengambil bolpoinnya dan menjauhkannya dari Minhyo.

Bukan Minhyo kalau kapok begitu saja. Sudah tahu Kyungsoo galaknya melebihi ibunya sendiri, tetap saja ia tak mempedulikan fakta tersebut. Kali ini diraihnya segelas jus jeruk yang Kyungsoo buatkan untuknya saat ia datang tadi. Minhyo meniupkan udara melalui sedotan, membuat gelembung-gelembung di permukaan jus jeruknya.

Kyungsoo menoleh, menatap Minhyo galak, lalu menarik gelas Minhyo. “Jorok!” ucapnya.

Masih belum kapok, kali ini ia mengambil sebungkus keripik yang belum dibuka dari atas meja. Tangannya memainkan bungkus keripik tersebut, menimbulkan bunyi ‘kresek-kresek’ yang sangat menganggu.

Kyungsoo kembali menoleh, menghentikan pekerjaannya, dan menatap Minhyo sesabar mungkin. Minhyo balas menatap Kyungsoo sok polos.

“Bisa diem nggak?” tanya Kyungsoo datar. Minhyo menggeleng.

“Nggak sebelum kamu berhenti nyibukkin diri dengan tugas kuliah,” sahutnya cuek.

“Aku nggak bisa nunda-nunda pekerjaan.”

“Iya, tapi kan itu tugas masih buat dua minggu lagi. Masih banyak waktu.”

Minhyo bersedekap. “Gini ya kalau pacaran sama mahasiswa kelewat rajin. Sibuk melulu. Pacaran sama tugas aja sana.”

Kyungsoo menghela nafas panjang saat Minhyo duduk membelakanginya dan membuka bungkus keripik tadi, terdengar bunyi kunyahan kasar dari mulutnya.

“Hyo?”

“Hmm?”

“Hadep sini.”

“Nggak mau.”

“Jangan kayak anak kecil.”

“Bodo amat.”

Kyungsoo meraih bungkus keripik dari tangan Minhyo. Gadis itu dengan cepat membalik badan, menatap Kyungsoo galak. “Balikin, nggak?”

“Nggak,” jawab Kyungsoo cuek.

“Nyebelin banget sih dari tadi!” nada suara Minhyo meninggi.

“Ajakanmu buat nonton film besok Sabtu masih berlaku nggak?” tanya Kyungsoo, tak menggubris wajah cemberut Minhyo.

“Tau!” jawab Minhyo judes.

“Besok Sabtu kita nonton, deh,” ucap Kyungsoo. “Udah ah jangan ngambek. Kayak anak kecil tau, nggak?”

“Abis kamu juga nyebelin banget, sih! Kamu tuh nggak bakal bego cuma gara-gara sehari aja nggak belajar!”

Kyungsoo terkekeh, mengacak rambut Minhyo sehingga gadis itu mengerang kesal. “Iya, iya, maaf.” Ia membereskan laptopnya.

“Aku ngerjain tugasnya besok aja, deh. Sekarang aku mau sama kamu aja,” ucap Kyungsoo. Nada suaranya terdengar begitu lembut, tidak dingin dan judes seperti biasanya.

“Oh.”

“Oh aja?”

“Menurutmu?”

“Judes banget!”

Kyungsoo meletakkan dagunya di bahu Minhyo, membenamkan wajahnya pada ceruk leher jenjang gadisnya, menghirup aroma parfum manis favoritnya.

“Kyung, geli!” protes Minhyo. Ia makin blingsatan saat Kyungsoo tertawa di lehernya.

“Aku kangen kamu, biarin aja kenapa?” sahut Kyungsoo.

“Kan kita sering ketemu,” jawab Minhyo. “Oh ya, aku lupa kalau kita ketemu mesti kamu tetep lebih mentingin tugas-tugasmu.”

“Hehehehe…” Kyungsoo tersenyum, mengangkat wajahnya, dan menatap wajah Minhyo. Minhyo balas menatap Kyungsoo lembut, sejenak kemudian merasa salah tingkah sendiri karena Kyungsoo tak berhenti menatapnya dengan senyuman paling teduh yang pernah ia lihat.

“A-apa?” tanya Minhyo, meringis canggung. Ia tersentak saat Kyungsoo menyentil ujung hidung mungilnya.

“Kim Minhyo itu cantik, manis, sayangnya sembrono, males, sama kelakuannya suka seenak jidat.”

Minhyo tertawa. Tawa ringan khasnya yang merupakan senandung favorit Kyungsoo.  “Do Kyungsoo itu cakep, lucu, sayangnya galak, judes, sama kaku banget kayak kanebo baru.”

“No one’s perfect,” ujar Kyungsoo.

“So do I.”

“But your imperfection looks so perfect for me.”

“Nggak usah gombal, deh!”

“Sekali-kali.”

“So… What will we do?” tanya Minhyo. Terbiasa tak diacuhkan oleh Kyungsoo membuatnya seketika bingung. Terlebih Kyungsoo hanya merespon dengan angkatan bahu.

“Terserah kamu aja,” jawab Kyungsoo. “Yang jelas, aku mau ngabisin waktu sama kamu.”

.

.

.

-fin

Notes :

WHAT A SHITTY ENDING OMFG //garuk tembok

AKU DIKEJAR DEADLINE SETELAH NYARIS SEBULAN NGGAK NULIS KUMAHA-

Advertisements

2 thoughts on “#XOXODrabblesProject – Just One Day

Leave A Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s