#XOXODrabblesProject – I Love You

tumblr_m0nt8u6A8Q1qcxx53o1_400

.

.

.

“Each and every one of your actions puts me up and down,
But each and every one of those things, I don’t hate it.”

.

.

.

Terkadang aku tak mengerti apa yang terjadi di dalam pikiran setiap orang.

Ketika aku melajang selama bertahun-tahun, mereka terus bertanya,’Kapan kau akan punya pacar?’

Tetapi ketika pada akhirnya aku menyerah pada sesosok pria dan membiarkan hatiku jatuh dalam genggamannya, mereka kembali bertanya,’Dari sekian banyak pria di dunia, mengapa dia?’

Dan… Ugh! Kadang aku ingin sekali memukul mereka tepat di wajah! Mereka menyebalkan!

Bukan karena mereka selalu menanyakan mengapa aku memacari pria A atau pria B dengan ekspresi seolah menanyakan kewarasanku, tapi mengapa mereka perlu sekali mencampuri urusanku?! Dan tak sedikit pula yang membandingkan pacarku dengan pacar sahabat-sahabatku. Ini juga menyebalkan!

Mereka membandingkannya dengan Park Chanyeol yang jangkung dan sering membuat lagu untuk Geumhae. Mereka membandingkannya dengan Oh Sehun yang tampan dan rela menggendong Jo di punggungnya saat gadis itu mabuk lantaran depresi dengan perceraian orangtuanya. Mereka membandingkannya dengan Kim Minseok yang dewasa dan tak pernah bisa menolak keinginan Eunyoung. Mereka membandingkannya dengan Kim Joonmyeon yang kaya raya dan protektif kepada Jihyun.

Kenapa mereka selalu membandingkan Jongdae?

Jongdae memang tidak tinggi, apalagi jika dibandingkan dengan aku yang termasuk dalam golongan gadis jangkung.  Jongdae memang sering bersikap kekanakan, ia mengerjai dan menertawakan banyak orang. Jongdae juga tidak kaya.

Tapi aku menyayanginya.

Aku menyayangi Jongdae seperti ayahku menyayangi Mustang bututnya yang selalu merongrong tiap pagi dan berbuah protes dari Pak Tua Han yang galak. Aku menyayangi Jongdae seperti ibuku menyayangi selendang rajutan mendiang nenek yang bahkan perpaduan warnanya begitu norak. Aku menyayangi Jongdae seperti kakakku menyayangi kandungannya yang berusia tiga bulan.

Oh! Dan aku juga benci ketika Jongdae mulai merusak suasana dengan menanyakan hal yang kurang lebih sama.

“Gaeul, mengapa kau mencintaiku?”

Aku benci pertanyaan ini! Aku benci ketika semua orang menanyakan alasanku mencintainya!

“I have no spesific reason to love someone,” seperti itu jawabanku, tetapi tidak pernah berhasil membuatnya diam.

“Oh ayolah… Aku selalu penasaran, Gaeul!” desaknya. “Banyak orang membandingkan aku dengan Chanyeol, Sehun, Minseok, Joonmyeon… Mereka jauh lebih menarik dari aku! Tapi mengapa kau tetap memilihku?”

Aku menghela nafas dan menggeleng, yang mana berakhir membuat Jongdae cemberut sepanjang hari. Nah, sikap kekanakannya membuatku tak percaya ia lebih tua dua tahun dariku.

Aku tak bisa menjawab saat Jongdae bertanya seperti itu. Tetapi ketika aku merebahkan badan di kasur pada malam hari, memikirkan semua yang terjadi seharian itu, dan jawaban-jawaban atas pertanyaan Jongdae baru muncul dan mengambang di pikiranku.

Membuatku tak tahan untuk akhirnya beranjak dan menulis sesuatu di meja belajarku. Lalu esok paginya diam-diam menyelinap dan menyelipkan sebuah kertas di lokernya.

Dan siang ini… Jongdae memanggil namaku dengan lantang saat aku sedang makan siang sendirian di kantin. Membuat seluruh pasang mata beralih pada kami berdua. Aku hanya bisa meringis meminta maaf kepada mereka, sementara Jongdae dengan tidak tahu dirinya berjalan melenggang dan duduk di sebelahku.

“Lihat apa yang kutemukan!” ia mengacung-acungkan kertas yang tadi pagi kuselipkan di lokernya. Saat itu juga aku merasa pipiku memanas. Aku yakin sebentar lagi Jongdae akan menertawakan tingkah konyolku.

“Kau menulisnya, kan?” tanyanya lagi dan aku mengangguk, siap ditertawakan hingga lagi-lagi menarik perhatian satu kantin.

“That’s why I love you! Ternyata kau cewek yang romantis!”

……..well, that’s it? Oh, ini mengejutkan.

Jongdae tidak menertawaiku?

Jongdae menyebutku cewek romantis?

Seseorang tolong pukul kepalanya! Sesuatu yang salah pasti terjadi padanya!

Ia selalu mencela setiap drama roman picisan yang seharusnya membuat orang terkagum-kagum akan skenario percintaan yang begitu mengena di hati. Ia bukan pria yang mengandalkan sejuta rayuan gombal untuk membuatku tersipu dan melayang hingga langit ketujuh.

Baginya, hal-hal yang menurut orang kebanyakan romantis itu norak.

Ketika aku membaca ulang tulisanku, aku tak pernah berpikir bagaimana Jongdae (pada akhirnya) menganggap itu romantis. Ia tidak mengataiku norak!

***

Dear Kim Jongdae,

Kau mau tahu mengapa aku mencintaimu?

Kau tidak tinggi, tinggi kita berdua bahkan hampir sama, tapi bukankah itu bagus?

Kau tidak perlu membungkuk untuk menciumku dan setidaknya itu mengurangi resiko sakit punggung.

Kau tidak setampan Sehun, itu juga bagus!

Sehingga aku tak perlu takut kau akan menjadi kejar-kejaran kaum Hawa dan hidupmu terusik oleh para penggemar, seperti yang Sehun alami.

Kau tidak dewasa dan sangat kekanakan, aku juga suka itu!

Aku suka saat kau bercanda dan membuatku tertawa terbahak-bahak hingga lupa bahwa sebagai perempuan harusnya aku menjaga sikap. Aku suka mendengar tawa cemprengmu. Aku suka melihatmu cemberut… Ugh, itu lucu!!

Kau juga tidak kaya raya, hei! Ini juga bagus, kok!

Sehingga orang-orang tak perlu mencelaku dengan ‘kau memacari Jongdae hanya karena ia kaya dan dapat membelikanku seisi dunia ini’. Aku tak perlu terlihat seperti wanita matrealistis, bukan?

Chanyeol memang pandai menulis lagu, tapi suaranya terlalu berat untuk menyanyikannya! Aku lebih suka suaramu yang merdu.

Sehun memang rela melakukan apa saja untuk Jo saat gadis itu depresi, ia rela menggendongnya sampai rumah saat Jo mabuk. Tapi aku yakin ia tidak akan seperti dirimu yang rela mempermalukan diri dengan membelikanku pembalut di minimarket saat aku menstruasi. 

Minseok memang tak pernah bisa menolak keinginan Eunyoung, tapi aku lebih suka dirimu yang tak pernah memanjakanku. Sehingga aku bisa belajar menjadi perempuan yang mandiri.

Joonmyeon memang protektif pada Jihyun, dan… Oh, come on! Kau tahu sendiri kan bagaimana diriku? Aku tak butuh pria protektif! Aku butuh pria yang tetap memberikanku ruang untuk melakukan apa yang aku suka sendirian maupun bersama sahabat-sahabatku bahkan teman laki-lakiku. Dan aku menemukan itu pada dirimu, Jongdae!

Baiklah, aku yakin kau akan menertawakanku dan mengatai aku norak setelah ini. Aku tidak peduli, Kim Jongdae! Toh, ini yang kau minta kan? Jawaban mengapa aku mencintaimu.

Setiap tingkah lakumu membuat perasaanku tak karuan.

Kau konyol, itu memalukan. Kau tidak romantis, itu menyebalkan. Kau bermulut pedas, itu benar-benar tidak sopan!

Tapi kekonyolanmu lah yang selalu membuatku tertawa. Ketidakromantisanmu lah yang membuatku belajar bahwa cinta tidak hanya sekedar kisah berbunga-bunga penuh rayuan gombal. Mulut pedasmu juga yang selalu membuatku bisa memperbaiki diri.

Terakhir… Aku tak pernah membenci semua itu, Jongdae.

Love, ya!!

-Song Gaeul

***

“Untuk pertama kalinya, aku sadar bahwa hal yang orang anggap romantis itu nggak semuanya norak,” ucap Jongdae. Ia tersenyum dan matanya membentuk sepasang bulan sabit.

“Well….. Thanks,” aku balas tersenyum. “Dan untuk pertama kalinya aku punya serentet alasan mengapa aku mencintaimu.”

.

.

.

-fin

Notes :

Well…. Hi?

HI, FELLAS!!

FINALLY COMEBACK AFTER SOME BORING WEEKS BECAUSE OF WRITER’S BLOCK!!! //throws confetti

And, yeah… I think I wrote something suck and cheesy… Again, hehehehehe…

But hope you like it ^^

P.S. : Quote taken from Akdong Musician – I Love You

Advertisements

4 thoughts on “#XOXODrabblesProject – I Love You

  1. UHHH KAU BOLEH SEBUT AKU GILA KARNA… MASA AKU MAU NANGIS GARA2 ITU SURAT CWE ;—-;

    trus
    romantis.
    apalagi si jongdae mau (dan gak malu) beliin pembalut buat cwenya. huu aku bisa apa. itu suami idaman bangets.
    wooah itu semua cast disebutin pas banget keahlian masing2(?) hehehet

    seru nih.
    suka 🙂

    komen via hape jadi gabisa panjang. hiks. maapin yes.

Leave A Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s