Summer Writing Prompts – Stop and Stare

tumblr_mkd0jjwC8a1rx5ju9o1_500

.

.

.

“I’ll stop and stare for awhile.”

.

.

.

“For God’s sake, aku nggak paham kenapa aku harus berdandan seperti ini!” Jo masih tak berhenti mengomel sembari mematut diri di depan cermin besar. Sehun yang duduk di sampingnya sambil mengutak-atik kamera DSLR berlensa sebesar termos itu hanya menatapnya datar, sebelum kembali sibuk dengan kameranya.

“Ugh, kenapa aku harus jadi bridemaid-nya Vanessa?!”

“Karena kamu sepupunya, Jo,” sahut Sehun datar. “Masih untung Vanessa tahu kamu nggak suka pake gaun, jadi dipesenin desain gaunnya yang sederhana.”

Jo mendesah keras. Sekali lagi menatap pantulan tubuhnya di cermin. Ia dan Sehun sedang berada di rumah Vanessa, berkumpul bersama keluarga besar Jo, menyiapkan ini-itu, sebelum dua jam lagi melepaskan gadis keturunan Jepang itu ke tangan seorang pria asal Guangzhou, Wu Yifan.

Ruang kamar Michael-kakak Vanessa-kini beralih fungsi sebagai ruang dandan para bridesmaids dan flower girls. Berhubung mereka semua sudah selesai dirias dan memakai pakaian mereka, jadi Sehun diperbolehkan masuk demi melihat penampilan berbeda tunangannya.

Melihat gadis tomboy yang biasanya berpenampilan cuek dan berantakan dengan celana jeans yang dicuci dua bulan sekali, kaos, serta sepatu converse belel mendadak dirias dan memakai pakaian feminin, terang saja membuat Sehun luluh telak. Terlebih gadis itu adalah Jo.

Dengan toga dress selutut berwarna kombinasi putih dan pink lembut, strap heels putih, rambut yang dibiarkan tergerai bebas dengan hiasan jepit besar berbentuk bunga, serta make up yang tidak berlebihan, Jo tampak berbeda dari penampilan sehari-harinya. Sehun diam-diam menyesal karena sempat tertawa karena tidak membayangkan bagaimana jadinya Jo jika ‘benar-benar’ berdandan.

Ia hanya tidak menduga Jo jadi secantik ini.

“KYAAAA VANESSSSAAAAAA!!!”

Sehun mengumpat pelan saat ia nyaris menjatuhkan kamera mahalnya gara-gara jeritan enam oktaf itu. Inilah resikonya berada di ruangan yang berisi para perempuan.

Dilihatnya pintu terbuka lebar, menampilkan sang mempelai wanita dalam balutan wedding dress anggun tengah tersenyum bahagia. Sembari menjaga agar tidak tersandung gaunnya sendiri saat melangkah, Vanessa memasuki kamar Michael dan berpelukan bersama para saudarinya yang menjadi bridesmaids dan flower girls.

“Vane, you’re so damn beautiful!” Jo tak berhenti memuji sepupunya.

“Well, thanks, Jo! You’re beautiful too!”

Jarang sekali sepasang sepupu yang hobinya saling melempar ejekan dan makian ini kini saling memuji. Orang-orang sudah terbiasa disuguhi caci maki di antara mereka sebagai bukti kongkret bahwa sebetulnya mereka saling menyayangi.

“Hey, Hun!” Vanessa menyapa Sehun akrab, yang dibalas senyum tipis dan lambaian tangan Sehun. “Cakep banget fotografernya! Kapan nyusul sama Jo- Aduh!”

Vanessa meringis saat lengan polosnya dicubit Jo.

“As soon as possible, deh! Hahahaha…” tawa Sehun.

“Nanti fotonya yang bagus, ya! Mau aku cetak terus dibingkai buat pajangan di rumah baru, hehe…”

Sedikit informasi, Sehun adalah seorang fotografer dan ia dimintai tolong Vanessa menjadi fotografer acara pernikahannya.

“Siap!!” sahut Sehun.

“Eh, Jo cantik, ya?” tanya Vanessa, sedikit menggoda Sehun. Sementara Jo nampak asyik bercanda dengan sepupunya yang masih kecil yang berperan sebagai flower girls.

Sehun hanya mengulum senyum, gengsinya terlalu besar untuk mengakuinya di hadapan orang lain. Memahami gelagat calon iparnya, Vanessa hanya tertawa geli.

“I know you want to say ‘yes’, right? Ya udah, mau balik dulu! Bye, Hun!” Vanessa keluar dari ruangan. Beberapa menit kemudian, Jo kembali di samping Sehun dan berdiri di depan cermin sembari merapikan tatanan rambutnya.

“Aku aneh, ya?” tanya Jo tiba-tiba.

“Ha?”

“Kalo didandanin.”

“Nggak, ah.”

“Iya, deh.”

“Perasaanmu aja. Buatku nggak,” sanggah Sehun. “Cantik, kok!”

Pria itu nyengir setelah berhasil memendam dalam-dalam gengsinya yang setinggi langit. Sementara Jo diam-diam tersipu juga dibilang cantik.

“Kayaknya nanti aku bakal lebih banyak ngambil fotomu daripada pengantinnya, hehehe…”

“Jangan, ah! Dimarahin Yifan gege nanti!” Jo membungkuk dan membersihkan kotoran yang menempel di lengan jas hitam Sehun.

“Nanti bisa-bisa aku diem doang, fokus ngeliatin kamu,” godanya. “I’ll stop and stare for awhile.”

“Jangan gombal!” Jo duduk di samping Sehun. “Jangan fokus ke aku terus, dong! Profesional.”

“Iya, iya…”

***

“Sehun! Sini, dong! Fotoin sama temen-temen aku!”

“……”

“Sehun!”

“……”

“Oh Sehun!!!”

“E-eh, iya kenapa?”

“Gimana, sih?! Fotoin aku, dong! Kamu malah foto apa, sih di sana?!”

“Oh, iya iya, maaf hehehe… Jo cantiknya kebangetan!”

.

.

.

-fin

Notes :

Pulang dari retret tiga hari dua malam dan sepertinya segenap imajinasi saya ketinggalan di dipan penuh tungau di sana. Ancur total!! Hehehe…

Oh, ya!! Betewe buat yang penasaran sama gaun dan model rambut Jo, di bawah ini ada gambarnya 😀

Rose-and-Babys-Breath-Bouquet-With-Cameo-Pin-600x900   product-mediumsquare-77570-5071-1361495660-428e2c2b7232d41750dbb5a2af73b988

Advertisements

Leave A Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s