#XOXODrabblesProject – You Got Me

tumblr_ma2u4ixfjn1rzwf56o1_500

.

.

.

“The way you took my hand is just so sweet,

I’m standing here and I can hardly breathe.”

.

.

.

Tianzhao menghela nafas untuk kesekian kalinya. Kedua tangannya bersedekap di depan dada dan kaki kanannya terus mengetuk lantai dengan tempo cepat. Berulangkali ia meniup permen karet rasa jeruknya, membentuk gelembung-gelembung besar yang nyaris mencapai lensa kacamatanya (beruntung gelembung itu tidak pecah di sana, sangat sulit membersihkannya), berharap rasa kesal yang bercokol di hatinya menghilang seiring pecahnya gelembung-gelembung itu.

Kesal. Iya. Perasaan yang mengusik itu bersemayam di hatinya sejak satu jam yang lalu. Membuat dahinya tak jarang berkerut dan mulutnya ingin sekali memaki.

Tianzhao tahu kenapa ia merasa kesal. Ia bahkan tahu bahwa alasannya teramat konyol dan tidak rasional, bagi seorang wanita dua puluh tiga tahun.

“Yixing-ge, aku masih tidak paham gerakan yang terakhir. Bisa ajari aku lagi?”

Sepasang manik Tianzhao spontan langsung menatap panggung yang berjarak lima meter dari tempatnya duduk. Ia mendengus ketika melihat gadis itu menarik manja lengan Yixing, yang mana dibalas senyum manis olehnya.

“Sure!”

“Yeayy! Thanks, Gege!”

“Oh, please~” Tianzhao memutar bola matanya. Tapi dua detik kemudian kembali mempertanyakan kemana perginya kedewasaannya dalam berpikir.

Demi Tuhan, Tianzhao benci dan malu mengakuinya, tapi-

“Aww, maaf! Maaf, Yixing-ge! Aku tidak sengaja menginjak kakimu!”

-ia cemburu pada gadis berusia tiga belas tahun!

Iya. Gadis berusia tiga belas tahun. Yang baru berada pada tahap-tahap awal pubertas. Yang belum punya jati diri.  Tianzhao bersumpah ini adalah hal tertolol yang pernah ia lakukan seumur hidupnya. Ia cemburu pada gadis yang sepuluh tahun lebih muda darinya.

Semuanya berawal ketika sore itu ia memutuskan untuk menemani pacarnya-Zhang Yixing-pergi ke sebuah SMP, dimana ia menjadi pelatih dance dadakan untuk sebuah acara di sekolah itu. Yixing memang berbakat dalam dunia tari, tapi ia bukan pelatih. Hanya karena mantan gurunya (Yixing merupakan alumni SMP tersebut) mendadak ingat akan salah satu muridnya yang berbakat dan rela dimintai tolong melatih cuma-cuma.

Tema tariannya adalah ‘couple dance’ dan ada sekitar lima belas pasangan di sana. Namun ada satu gadis yang mana pasangannya tidak dapat hadir, sehingga sejak awal Yixing yang terlalu murah hati pun menawarkan diri menjadi pasangan sementara si gadis.

Tianzhao jelas tak merasa cemburu, oh tolonglah… Cemburu pada remaja ababil itu tolol sekali! Awalnya ia juga merasa biasa saja ketika gadis itu seringkali merasa kesulitan dengan koreografi dan meminta tolong pada Yixing dengan suara rengekan yang menyebalkan.

Awalnya.

Hingga lambat laun Tianzhao merasa risih. Telinganya lelah mendengar rengekan manja gadis itu menggema di seluruh aula. Ia jengkel melihat bagaimana gadis itu terus menerus melakukan kesalahan dan meminta bimbingan Yixing. Ia jengkel melihat gadis itu berulangkali tak sengaja menginjak kaki Yixing, tak sengaja terpeleset dan berpegangan erat pada lengan Yixing, cemberut di depan Yixing-

Ha! Dia pikir dia imut?! Gadis remaja memang menyebalkan!

Tianzhao beranjak keluar dari aula, mungkin ia bisa ke kantin atau entahlah… Pokoknya di tempat dimana ia bisa mengembalikan akal sehatnya.

Beruntung di salah satu sudut lorong, terdapat sebuah drinking machine. Tianzhao memasukkan beberapa buah koin untuk mendapat sekaleng soda apel favoritnya. Tianzhao meneguk seperempat isi dari kaleng tersebut setelah membuang permen karetnya di tong sampah. Sekali lagi menghela nafas, merasa jauh lebih tenang.

“Ehem!”

Tianzhao tidak menoleh, telinganya sudah teramat akrab dengan suara deheman tersebut.

“Ye Tianzhao.”

“Apa?” Tianzhao menoleh malas-malasan, hanya untuk mendapati Yixing dan senyumannya yang membuat sejuta wanita meleleh. “Kenapa di sini? Sudah selesai melatih murid-muridmu itu?”

“Break-time,” sahut Yixing sembari memasukkan beberapa koin ke drinking machine untuk sekaleng cola.

“Oh.”

“Kenapa, sih?”

“Nggak.”

“Judes.”

“Problem?”

“Iyalah, nggak biasanya,” Yixing menatap Tianzhao. “Kenapa?”

“Nggak apa-apa.”

“Cerita,” paksa Yixing. “I know you can’t hide something from me, Zhao.”

Tianzhao menghela nafas. “Well, I’m jealous over 13 years old girl.”

Yixing melongo. “Maksudmu?”

“That girl, yang partner dance-nya nggak datang.”

“Meihua?”

“I don’t care with her name, ‘kay?”

“Kamu cemburu sama… Meihua? Sama anak kecil?!” Yixing melotot. “Tianzhao! It’s dumb!!”

“I know, Yixing, I know it’s dumb! But… Yeah… The way she acts in front of you is just like… A little bitch.”

Tianzhao menenggak habis soda apelnya dan membuang kalengnya ke tong sampah di sebelahnya. “It’s annoying! That’s why I hate teenagers, especially girls! They’re all like bitchy monsters, flirt to everyone, oh my God!”

Yixing tergelak, tak menghiraukan Tianzhao yang memberengut sembari menggerutu kesal.

“Hey, I won’t date little girl, okay? You’re just too perfect for me so I don’t wanna lose you,” ucapnya.

“Hmm…” sahut Tianzhao sekenanya. Rasa kesal masih bercokol di hatinya, lebih karena merasa begitu bodoh. Cemburu pada anak kecil.

Ia nyaris tersentak saat jemari Yixing perlahan menyentuh miliknya, menyelip di antara kelima jari kirinya, dan menggenggamnya lembut.

“Yixing-“

Sungguh. Tianzhao adalah orang yang anti-skinship. Sedikit saja kontak fisik bisa membuatnya terkejut setengah mati. Sekarang saja wajahnya sudah memerah dan kakinya terasa makin lemas.

“Just trust me, Zhao. I love you,” gumam Yixing, sekali lagi memamerkan lekuk tunggal di pipinya dalam seulas senyuman.

“Stop being cheesy, Yixing,” sahut Tianzhao, mengalihkan rasa gugupnya.

Yixing sekali lagi tertawa, lalu mengecup pipi Tianzhao.

“Jangan cemburu sama anak kecil, ingat!!”

Seharusnya Tianzhao mengumpat sembari berlari mengejar Yixing yang sudah ngacir kembali ke aula. Tapi ia hanya berdiri, terpaku, dan melongo.

Tangannya perlahan mengusap pipinya, bekas bibir Yixing yang lembut masih terasa di sana. Wajahnya makin memerah dan ia hanya bisa mengumpat.

“Oh, sial. Kemana perginya oksigen?!”

.

.

.

-fin

Notes :

Fanfics beruntun malam ini, hahaha! Yang ini aturan drabble tapi keknya kepanjangan jadinya ya sudahlah XD

P.S. : Quote taken from Colbie Caillat – You Got Me

Advertisements

Leave A Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s