#XOXODrabblesProject – Marry U

iStock_000009800102Large

.

.

.

“Would you marry me?

Would you spend my days with me?”

.

.

.

“Ini hari Minggu, masih jam tujuh pagi. Yifan, kamu harusnya tahu bahwa kamu adalah orang terbrengsek karena berani mengusikku.”

Vanessa menggerutu begitu keluar dari kamar mandi. Ia hanya mengelap wajahnya yang basah dengan lengan kaos, lalu melengos ke dapur.

“Vanessa-chan! Aku mau sarapan!” Yifan memukul-mukul meja makan dengan kekanakan. Ugh, demi apapun, Vanessa bersumpah pacarnya yang tinggi-besar itu terlihat konyol.

“Diamlah, ambil sandwich dingin di kulkas,” sahut Vanessa cuek.

“No! That’s not my style! Aku nggak mau makan makanan kemarin. Aku mau yang masih fresh!”

“Masih fresh, huh? Aku punya beef mentah di freezer yang bahkan belum aku bersihkan darahnya.”

Yifan terkekeh. “Hehe… Bercanda, Sweetie! Aku mau kopi.”

“You look so bad, Honey,” komentar Yifan sesaat setelah Vanessa meletakkan cangkir kopinya di meja makan sembari duduk, kemudian mengusap wajah ngantuknya sedikit kasar. “In a bad mood, huh?”

“Anggap saja begitu,” sahut Vanessa. “Deadline desain gaun pengantin dua setengah bulan lagi. Pelanggan super cerewet itu terlalu perfeksionis sehingga aku harus mengubah desainku sebanyak sebelas kali.”

“Mau kubantu?” tawar Yifan, yang langsung mendapat tatapan tajam dari Vanessa. Semua orang tahu, bahwa gambar karya seorang Wu Yifan itu, euhh……. Abstrak?

“No, thanks,” jawab Vanessa dingin.

“Kira-kira kapan kamu akan membuat desain gaun pengantinmu sendiri?”

“Apa?”

“Untuk kamu pakai menemuiku di depan altar suatu hari nanti?”

“Ngomong apa, sih?!”

“Aku mau kita menikah.”

“……….” Vanessa menatap Yifan seolah mempertanyakan kewarasan pria itu. “Apa kamu baru saja melamarku?”

“Uh-huh!” Yifan mengangguk, memamerkan deretan giginya yang rapi dalam seulas senyuman.

“Dasar brengsek,” Vanessa menyumpah sembari menarik hidung bangir Yifan kesal. “Lamaran macam apa itu? Kamu bahkan belum menemui ibuku yang ada di Osaka.”

“Aku akan membeli tiket pesawat dan terbang ke sana bersamamu dalam minggu ini.”

“Tck, aku belum siap menikah, Bodoh!” Vanessa berdecak. “Aku masih muda, oke? Aku belum berminat menggendong bayi di usiaku yang sekarang.”

“Well, kita nggak perlu punya bayi secepatnya,” jawab Yifan setelah menyeruput kopinya. “Toh, ‘percobaan’ pertama belum tentu berhasil jadi janin, kan?”

“Kalau berhasil?”

“Ya sudah terima saja.”

“Sialan.”

Vanessa membenamkan wajahnya di meja. Wu Yifan benar-benar menyebalkan pagi ini.

“Kita sarapan di luar, mau?” tanya Yifan. “Aku yang traktir.”

“Hmm…” gumam Vanessa.

“Cepat mandi sana!”

“Hmm…”

“Vanessa?” Yifan memainkan jemari lentik pacarnya, kemudian menyelipkan sesuatu di jari manis tangan kirinya.

“Yifan- Eh?” Vanessa mengangkat wajah dan melongo saat mendapati sebuah cincin melingkar manis di sana. “Kubilang aku belum siap, Yifan!!”

“Kamu bilang kamu belum siap menikah, tapi kalau aku melamarmu kamu sudah siap, kan?”

“……………..”

“So, Vanessa Kawabata, would you marry me and spend million days with me?”

.

.

.

-fin

P.S. : Quotes taken from Super Junior – Marry U

Advertisements

Leave A Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s