#XOXODrabblesProject – Sunday Morning

tumblr_mcgjth6wks1rrzualo1_500

.

.

.

“Sunday morning rain is falling.

Clouds are shrouding us in moments unforgettable.”

.

.

.

Rintik hujan menyapa lapisan luar jendela. Langit mendung berhias awan. Pun udara dingin khas bulan Februari buat orang enggan berpergian. Lebih baik tidur di rumah ketimbang mati beku di jalan, kata mereka.

Shanghua menggonta-ganti channel tanpa minat. Ini masih jam delapan pagi di hari Minggu, dimana hampir seluruh saluran televisi rata-rata menyajikan berita membosankan tentang politik yang ternodai oleh kasus ini-itu, cuaca Beijing dan sekitarnya yang labil, kecelakaan lalu lintas, atau… Entahlah, wanita itu tak mau tahu. Kalaupun bukan berita, maka yang ditayangkan adalah kartun-kartun konyol.

Dalam benaknya tersemat keinginan untuk keluar. Jalan-jalan entah kemana. Masa bodoh kalau ia harus terserang flu sepulangnya. Ia bosan mendekam terus di rumah. Sejak cuaca dingin mulai mengurung Cina, Shanghua hampir tidak pernah pergi keluar di hari Minggu. Frekuensi paling banyak adalah ketika bulan Desember (ia harus keluar untuk membeli kebutuhan Natal, berkunjung ke rumah mertuanya, dan juga ke gereja) serta Januari karena Shanghua dan suaminya berlibur tahun baru di Changsa, rumah teman suaminya.

Alasan mengapa Shanghua jarang pergi keluar di hari Minggu, tentu saja Luhan. Suaminya itu seperti beruang. Tipe yang akan jadi sangat pemalas ketika cuaca dingin. Ia akan menggunakan hari liburnya untuk tidur. Selain itu, fakta bahwa Luhan dan penyakit flu adalah musuh bebuyutan juga menjadi alasan.

Sekarang saja Luhan masih dibuai mimpi di ranjang. Semalaman ia begadang demi menonton pertandingan sepakbola (Itu sangat berisik, kau tahu? Ia berulangkali berteriak seperti kesetanan dan Shanghua bangun serta mengomel karenanya!) dan Shanghua membiarkannya bangun siang karena ini hari Minggu.

Ah, diam-diam Shanghua menyesal mengapa dulu ia menolak belajar menyetir. Kalau ia bisa menyetir, mungkin setiap Minggu ia bisa keliling Beijing. Malahan mungkin bisa sampai Guangzhou atau Hongkong sekalian.

“Pagi…” Shanghua menoleh saat mendengar suara serak Luhan.

“Tumben sudah bangun?” tanya Shanghua.

Luhan mengangkat bahu dan menguap lebar. Ia duduk di samping Shanghua dan memeluk bantal Stitch yang tergeletak di sofa. Matanya kembali terpejam dan ia membiarkan kepalanya jatuh di bahu Shanghua.

“Sana tidur lagi di kamar,” ucap Shanghua. Jarinya menyapu lembut wajah lembap Luhan. Mungkin ia barusan mencuci muka.

Luhan menggeleng pelan. “Nggak mau kalau tidur sendirian. Harus sama kamu.”

Shanghua terkekeh. “Perempuan, kan nggak boleh malas! Ya sudah sarapan aja sana. Sandwich-nya di meja makan.”

“Kopiku?”

“Belum bikin. Takutnya keburu dingin.”

Shanghua baru akan beranjak ke dapur saat Luhan memeluknya protektif, melepaskan bantal Stitch-nya ke lantai.

“Apa lagi? Katanya mau minum kopi?” tanya Shanghua.

“Nanti dulu~” gumam Luhan, masih memeluk pinggang Shanghua.

Shanghua merasakan hangat menjalar ke seluruh tubuhnya. Luhan memang sudah terlampau sering bermanja-manja dengannya, tapi toh ia masih saja kesulitan mengendalikan degup jantungnya dan rona merah yang tak jarang mewarnai pipinya.

“Morning kiss, Shang-er…” Luhan sedikit merengek. Shanghua menghela nafas, lalu mendaratkan kecupan ringan di bibir Luhan.

“Aku bosan di rumah terus,” ungkap Shanghua. “Jalan-jalan, dong!”

Luhan menaikkan sebelah alisnya, dan Shanghua tahu pria itu akan mengelak. Mungkin ia akan berkata,’Di luar dingin!’, atau ‘Kayaknya aku sedikit meriang.’, dan berbagai alasan lainnya.

Tapi tidak.

Luhan tidak mengelak dengan sejuta alasan basi yang membuat Shanghua sebal.

Luhan mencium pipinya, mengeratkan pelukannya pada Shanghua, dan menenggelamkan wajah di leher Shanghua. Deru nafasnya menggelitik kulit Shanghua.

“Go outside or cuddling with me?” tanyanya dengan suara rendah. “Pilih mana, hmm?”

Oh, sial! Luhan tahu, Shanghua menyukai pelukan Luhan lebih dari apapun. Ada gejolak sensasi yang berbeda di benak Shanghua saat Luhan memeluknya.

Dan… Tanpa perlu Luhan bertanya pun, ia sudah tahu jawaban Shanghua. Tentu saja. Wanita itu akan memilih opsi kedua.

Terbukti dengan dirinya yang tak keberatan saat Luhan memojokkan dirinya di lengan sofa dan mencium bibirnya cukup lama.

Baiklah! Lupakan saja niat jalan-jalan Shanghua!!

.

.

.

-fin

Notes :

Hi, I’m back with another project!!

Oke, berarti sekarang aku punya dua projects, yaitu Live, Love, and Time serta #XOXODrabblesProject. Sebenarnya aku punya 4 projects sejauh ini, tapi yang aku publikasikan baru dua yang sudah kusebutkan di atas. Mungkin lain kali aku post juga.

Last, hope u like it ^^

P.S. : Apa cuma aku yang ngeliat cowok di gambar di atas itu potongannya mirip Luhan pas MAMA era XD

P.S.S : Quotes taken from Maroon 5 – Sunday Morning

Advertisements

2 thoughts on “#XOXODrabblesProject – Sunday Morning

  1. UGH! aaaakhh gila so sweet banget T^T
    itu lanjutannya mau ngapa ngapain ya *plak
    ih lulu ya tawarannya -.- siapa coba yang bisa nolak tawaran peluk pelukan sama kamu di cuaca dingin gitu. ish :3 sukaaa
    keep writing ran 🙂 fighting!!

Leave A Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s